• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Jumat, 21 September 2018

     

     
    Home   »  Ekonomi & Investasi
     
    NTT Banyak Diminati Investor
    ALBERTUS | Minggu, 29 November 2015 | 10:13 WIB            #EKONOMI & INVESTASI

    NTT
    Kepala BKPMD NTT, Semuel Rebo

     

    Kupang, Flobamora.net - Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang dikenal kaya dengan sumber daya alam (SDA), diminati banyak investor baik dari dalam negeri maupun mancanegara. Sumber daya alam NTT baik darat maupun laut sangat berpotensi sehingga harus dikelola dengan baik oleh investor.


    Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Provinsi NTT Semuel Rebo menjelaskan saat ini sejumlah investor sedang berinvestasi di daerah itu. Diantaranya, tambak garam di Kabupaten Malaka dengan luas lahan 8000 hektare dan di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) 3000 hektare oleh PT. Inti Jaya Jakarta.

    Selain tambak garam, ada juga pabrik tebu yang siap dibangun di Kabupaten Sumba Timur di atas lahan 60.000 hektare dan rencana pembangunan kebun cengkeh di Kabupaten Sumba Barat Daya. Selain itu, dalam waktu dekat akan dibangun pabrik perpipaan di kawasan Industri Bolok Kabupaten Kupang, yang memproduksi pipa tiang listrik dan satu pabrik lagi di Pantai Selatan Kabupaten TTS yang memproduksi pipa minyak dan gas.

    "Jika lokasi lahan perusahaan masuk dalam wilayah konservasi seperti Pantai Selatan TTS maka harus disurvei dengan baik agar tidak menimbulkan masalah dikemudian hari," kata Semuel, Sabtu (28/11).

    Samuel menyampaikan, untuk Kota Kupang sedang dibangun pabrik rambut palsu oleh PT Suncang yang akan mempekerjakan sekitar 6000 karyawan. Perusahaan tersebut akan memproduksi rambut palsu yang akan diekspor ke Eropa dan Amerika Serikat.

    Dia menjelaskan, banyak investasi yang izinnya dikeluarkan oleh pemerintah pusat seperti membangun hotel yang rata-rata berbintang tiga di Rote Ndao, Manggarai Barat, dan Sumba.

    Di Kabupaten Lembata, sedang dilakukan survei untuk pabrik pengalengan ikan. Sementara di Kabupaten Flores Timur direncanakan dibangun pabrik penangkapan ikan. Seluruh perusahaan yang berinvestasi di NTT belum sampai pada tahap produksi, karena rata-rata masih dalam proses penjajakan dan survei di lapangan.

    Menurut Semuel, investasi membutuhkan lahan yang cukup luas sehingga harus berurusan dengan masyarakat sebagai pemilik lahan. Masalah lahan juga menjadi perhatian pemerintah agar tidak menghambat rencana investasi di NTT.

    "Pemerintah tidak lepas tangan mengenai masalah lahan karena ini adalah program nasional sehingga pemerintah tetap berperan aktif," katanya.

    Untuk investasi ternak khususnya sapi sedang dibangun di Kabupaten Sumba Timur oleh PT. Asian Bif dengan sistem pembangunan ranc dengan luas lahan 3000 hektare. Sedangkan sistem pembibitan dan penggemukan sapi dibangun oleh PT. Bumi Tirta dengan wilayah operasi di kawasan Timor, NTT. ***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.