• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Kamis, 16 Agustus 2018

     

     
    Home   »  Nasional
     
    Sebelum Tewas Ditabrak Lamborghini, Kuswantoro Tanya soal Kematian ke Anaknya
    ANA DEA | Senin, 30 November 2015 | 12:33 WIB            #NASIONAL

    Sebelum
    Kios STMJ hancur setelah ditabrak mobil Lamborghini, Minggu (29/11/2015) pagi. Surya/M Zainuddin

     
    SURABAYA - Suasana duka menyelimuti keluarga korban tabrakan mobil mewah, Kuswantoro (51), di Jalan Kaliasin 3/25, Surabaya, Minggu (29/11/2015).

    Keluarga korban tidak menyangka bapak empat anak ini meninggal lebih dulu.

    Ditemui seusai pemakaman, adik korban, Suhendriati, mengungkapkan bahwa korban adalah pedagang kue di Pasar Kembang.

    Korban dan istrinya biasa membuka dagangan pada malam hari dan baru pulang pada pagi hari. Jadi, saat itu korban dan istrinya sedang dalam perjalanan pulang ke rumahnya.

    “Mungkin dia ke Jalan Manyar Kertoarjo untuk membeli STMJ. Dia memang suka minum susu,” kata Suhendriati.

    Suhendriati mengaku tidak memiliki firasat apa pun sebelum ditinggalkan kakaknya. Namun, kakaknya memang memperlihatkan gelagat aneh sejak sepekan lalu.

    Dia mencontohkan saat korban bertanya kepada anak sulungnya, Iwan. Saat itu, Kiswantoro bertanya sikap Iwan bila ditinggalkan bapaknya.

    Iwan tidak merespons ucapan bapaknya itu. Mungkin Iwan menduga bapaknya hanya bercanda atau asal bicara.

    “Ternyata itu firasat dari almarhum,” tambahnya.

    Sampai saat ini, Wiyang Lautner (24), pengemudi Lamborghini itu, masih menjalani pemeriksaan di Unit Laka Polrestabes Surabaya.

    Keluarga korban sempat datang ke Unit Laka untuk bertemu Wiyang. Ditemui seusai bertemu Wiyang, adik korban, Budi Pujiono (47), mengaku sempat memarahi pengemudi Lamborghini itu.

    Dia minta Wiyang bertanggung jawab atas perbuatannya. Terlebih lagi, korban meninggalkan empat anak yang masih sekolah.

    Wiyang mengaku siap menanggung biaya pengobatan korban luka dan membayar ganti rugi akibat perbuatannya.

    Namun, bagi Budi, menanggung biaya pengobatan korban luka dan ganti rugi masih belum cukup. Dia minta polisi juga mengusut kejadian ini.

    “Saya juga katakan, jangan mentang-mentang anak orang kaya lalu ugal-ugalan di jalan,” tambahnya.

    Sementara itu, Kasatlantas Polrestabes Surabaya AKBP Andre Manuputty berjanji akan mengusut kasus kecelakaan ini. Pihaknya masih menyelidiki penyebab kecelakaan ini.

    Berdasarkan informasi yang diterimanya, Wiyang mengemudikan mobil dengan kecepatan antara 70-80 km per jam.

    “Pengemudinya sudah menjalani tes urine, dan hasilnya negatif (narkoba). Kami berjanji akan mengusut kasus ini,” kata Andre.

     

    URL SUMBER
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.