• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Rabu, 15 Agustus 2018

     

     
    Home   »  Ekonomi & Investasi
     
    PLN Bukan Penghisap Rakyat
    VICKY DA GOMEZ | Kamis, 03 Desember 2015 | 11:43 WIB            #EKONOMI & INVESTASI

    PLN
    Aksi bersama elemen masyarakat di Kantor PLN Area Flores Bagian Timur, Jalan Gajah Mada Maumere, Rabu (2/12)

     

    Maumere, Flobamora.net - Elemen masyarakat yang terdiri dari PBH Nusra, LMND Eskot Sikka, Koalisi Perempuan Indonesia Maumere dan Lingkar Sikka mengharapkan PLN lebih adil dan lebih melayani rakyat. Lembaga negara ini diserukan untuk tidak menghisap rakyat atau menjadikan rakyat sebagai sasaran penindasan.

               

    Harapan dan seruan ini disampaikan melalui pernyataan sikap bersama, ketika elemen masyarakat ini menggelar aksi damai di Kantor PLN Area Flores Bagian Timur (FBT) di Jalan Gajah Mada pada Rabu (2/12).

               

    “PLN adalah alat negara untuk melayani kepentingan pemenuhan kebutuhan energi listrik bagi rakyat. Artinya PLN seharusnya mengemban tugas sosial, bukan mencari untung,” ungkap Demy Henriquez ketika membacakan pernyataan bersama di Kantor PLN Area FBT.

               

    Tetapi, lanjutnya, fakta yang terjadi di Maumere berbanding terbalik dengan keyakinan tersebut. Pemadaman lampu listrik marak terjadi tanpa ada pemberitahauan terlebih dahulu. Mereka menduga PLN Area FBT saat ini sedang mengalami krisis daya namun tidak terus terang dan tetap menjalankan pemasangan daya baru tanpa meningkatkan kapasitas pembangkit listrik.

               

    Selain itu, PLN memaksakan migrasi dari meteran pascabayar ke meteran prabayar dengan menggunakan modus-modus jahat antara lain memblokir nomor rekening pelanggan dengan meteran pascabayar yang belum membayar tagihan dan menyuruh pelanggan meteran pascabayar untuk mencatatkan meterannya sendiri.

               

    Menurut elemen masyarakat, kondisi ini meresahkan konsumen dan sudah tentu melanggar hak rakyat selaku konsumen sebagaimana ketentauan pasal 4 UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

               

    Elemen masyarakat juga menemukan bahwa PLN Area FBT juga menerapkan sistem kerja outsourcing terhadap sebagian pekerjanya. Padahal, hemat mereka, telah ada rekomendasi  Panja Outsourcing Komisi IX DPR RI yang meminta pemerintah dalam hal ini BUMN untuk menghapuskan sistem kerja outsourcing.

               

    Terhadap berbagai fakta ini, mereka meminta PLN Area FBT untuk meminta maaf kepada seluruh konsumen, dan harus jujur kepada konsumen dan rakyat Sikka perihal kemampuan PLN saat ini. PLN Juga diminta untuk berbenah diri denganb meningkatkan kapasitas mesin penyedia daya agar dapat menyediakan listrik bagi rakyat atau mencari alternatif pembangkit lainnya.

               

    Soal meteran pascabayar dan prabayar, elemen masyarakat menuntut agar PLN membiarkan konsumen memilih sendiri model meteran yang dikehendaki serta menghentikan segala bentuk modus jahat untuk memaksakan migrasi ke meteran prabayar.

     

    Selain itu, mereka juga mendesak agar PLN segera menghentikan pemakaian daya untuk hotel-hotel dan kawasan wisata dan mengutamakan pelanggan rumah tangga. Pihak Polres Sikka diminta melakukan penyeleidikan terkait pelanggaran hak-hak konsumen oleh PLN Area FBT. ***

     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.