• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Rabu, 19 September 2018

     

     
    Home   »  Nasional
     
    Jokowi Ora Sudi, JK Anggap Ketua DPR Sudah Hilang
    ANA DEA | Kamis, 03 Desember 2015 | 12:34 WIB            #NASIONAL

    Jokowi
    Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla

     
    JAKARTA - Presiden dan Wapres tak suka dengan manuver Setya Novanto menyebut namanya dalam pertemuan dengan Reza Chalid dan Presdir Freeport Maroef Sjamsoeddin. Presiden Jokowi langsung marah saat dilapori namanya dicatut dalam pembicaraan soal saham Freeport itu, Wapres Jusuf Kalla apalagi.

    Sebelum melaporkan kasus pencatutan nama Presiden dan Wapres ke MKD DPR, Menteri ESDM Sudirman Said sudah berkoordinasi dengan Presiden Jokowi. Dalam persidangan pertama kasus Novanto kemarin Rabu (2/12), Sudirman Said mengungkap respons kurang berkenan Presiden saat mengetahui adanya permainan tersebut.

    "Yang kami sampaikan adalah peristiwa bahwa Pak SN dan MR menyebut nama Presiden untuk meminta saham dan meminta saham listrik dan tanggapan Presiden sambil ketuk meja katakan: ora sudi! Enak saja jual-jual nama," kata Sudirman Said dalam rapat MKD DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (2/12/2015).

    Berkat langkah berani Sudirman Said tersebut pula kini rekaman lengkap pembicaraan ketiganya diputar di sidang MKD DPR secara terbuka. Kini semua masyarakat sudah tahu seperti apa sebenarnya percakapan panas tersebut.

    Setelah rekaman itu diputar, Setya Novanto tak tampak muncul di depan publik. Ketua DPR dari Golkar itu tak hadir dalam acara Konferensi Nasional Pemberantasan Korupsi (KNPK) 2015 yang digelar di gedung parlemen, yang dihadiri oleh para pejabat negara termasuk Ketua DPD dan Ketua MPR. Wapres Jusuf Kalla yang membuka acara pun menyindirnya.

    "Semalam kita dipertontonkan secara terbuka di parlemen ini juga, suatu upaya sekelompok orang, pejabat, dan pengusaha, untuk merugikan bangsa," ujar JK dalam sambutannya saat membuka acara di Gedung Nusantara V, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (3/12/2015).

    JK menyimpulkan skandal itu sangat tragis. JK bertekad menghentikan praktik pemburu rente ini. "Tragis juga bangsa ini, malam tadi kita mendengar upaya korupsi, pagi ini kita berbicara untuk menghentikannya," sambungnya.

    Tak hanya itu saja, JK juga bicara lebih keras soal pemikiran congkak yang menganggap semuanya
    bisa diselesaikan dengan uang. Bagi JK kini tak ada lagi Ketua DPR.

    "Kalau kita lihat sandiwara tragis semalam, dengan congkaknya semua dapat dikuasai dengan uang. Maka saya tadi bilang ke MPR, tinggal dua pimpinan lembaga yang selalu hadir, Ketua MPR dan DPD. Yang satu sudah hilang," tandas JK.

    Lalu setelah Jokowi dan JK 'tak sudi' dengan skandal Novanto tersebut, apakah Ketua DPR RI tersebut akan mengambil sikap negarawan dengan mengundurkan diri?

     

    URL SUMBER
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.