• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Rabu, 18 Juli 2018

     

     
    Home   »  Internasional
     
    Donald Trump `Ribut` dengan Pangeran Saudi di Twitter
    ANA DEA | Senin, 14 Desember 2015 | 09:14 WIB            #INTERNASIONAL

    Donald
    Pangeran Alwaleed bin Talal

     

    NEW YORK - Seruan Donald Trump untuk melarang umat Muslim memasuki Amerika Serikat (AS) berbuntut panjang dan tak kunjung berhenti. Kali ini Pangeran Arab Saudi, Alwaleed bin Talal yang buka suara perihal seruan kontroversial tersebut.

    Pangeran Alwaleed berkicau di akun Twitternya. Ia meminta Trump untuk mundur saja dari bursa capres AS karena dia tidak akan menang.

    “Kamu memalukan, bukan hanya bagi Partai Republik tetapi juga untuk seluruh Amerika,” kicau Pangeran yang merupakan orang Arab terkaya di Timur Tengah.

    Seperti biasa, bukan Donald Trump jika tidak bereaksi. Taipan real estate itu membalas kicauan Pangeran Alwaleed dengan mengatakan bahwa keponakan Raja Salman tersebut ingin mengendalikan politisi Amerika dengan menggunakan uang ayahnya.

    “Hal ini tidak akan terjadi jika saya terpilih menjadi Presiden,” balas Trump juga lewat Twitter. 

     

    Seperti diketahui, Alwaleed memang punya banyak investasi di negeri Paman Sam, mulai dari pegang saham Twitter, Citi Group hingga Coca Cola. Trump menyatakan tidak sudi dikontrol oleh si pangeran jika ia terpilih jadi presiden nanti.

    Seperti dikutip dari CNN, Senin (13/12/2015), pernyataan Trump itu merespons kicauan Alwaleed di Twitter yang mengusulkan Partai Republik untuk membatalkan pencalonan Trump. Sebab, sepupu dari Raja Salman dari Arab Saudi itu menolak keras ide Trump melarang muslim masuk AS.

    Saat ini Alwaleed merupakan orang terkaya ke-34 di dunia menurut Forbes, dan nomor satu di Arab Saudi. Juli lalu, pangeran yang jago keuangan ini berniat menyumbangkan seluruh kekayaannya senilai US$ 32 miliar (Rp 416 triliun) jika sudah meninggal nanti.

    Rencana Trump melarang muslim masuk AS itu juga membuat berang para pebisnis muslim yang selama ini berdagang dengan perusahaan AS tanpa melibatkan ras dan agama.

    Kamis lalu, CEO Qatar Airways Akbar Al Baker mengatakan kepada CNN bahwa Trump tidak boleh masuk ke negara muslim gara-gara omongannya yang sembarangan tersebut.

    Akbar juga menyebut Trump orang yang naif karena selama ini menerima uang dan berbisnis dengan negara muslim.


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.