• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Sabtu, 15 Desember 2018

     

     
    Home   »  Internasional
     
    Dituduh Lakukan Pelecehan Seksual, Wakil PM Israel Mundur
    ANA DEA | Senin, 21 Desember 2015 | 09:57 WIB            #INTERNASIONAL

    Dituduh
    Silvan Shalom, Wakil Perdana Menteri Israel mengundurkan diri dari posisinya di tengah tuduhan tentang pelecehan seksual. AP

     
    JERUSALEM - Wakil Perdana Menteri Israel Silvan Shalom, politisi veteran di Partai Likud yang konservatif pimpinan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, mengundurkan diri hari Minggu (20/12/2015), menyusul tuduhan bahwa ia telah melakukan pelecehan seksual terhadap sejumlah perempuan selama karirnya.

    Keputusan mundur Shalom, yang juga menjabat menteri dalam negeri negara itu dan pernah menjabat menteri luar negeri, diperkirakan tidak akan mempengaruhi stabilitas pemerintahan Netanyahu.

    Shalom dirundung skandal pada awal tahun ini ketika istrinya berkicau di Twitter tentang sebuah lelucon tidak pantas terkait Presiden AS Barack Obama. Dalam kicauan itu, Obama digambarkan sebagai "orang hitam dan lemah".

    Shalom diperkirakan akan digantikan oleh Amir Ohana, politisi pertama Partai Likud yang secara terbuka menyatakan dirinya gay di parlemen Israel.

    Media Israel melaporkan bahwa dalam beberapa hari terakhir, sejumlah perempuan mengadukan Shalom telah melecehkan mereka. Jaksa Agung Israel pada hari Minggu memerintahkan polisi untuk menyelidiki tuduhan itu.

    "Saya telah memutuskan untuk mengundurkan diri dari posisi saya sebagai menteri dan anggota Knesset (parlemen Israel)," kata Shalom dalam sebuah pernyataan.

    Shalom bukan orang pertama di lingkungan pejabat tinggi Israel yang terpaksa mundur akibat sebuah skandal terkait dugaan perbuatan asusila.

    Mantan Presiden Israel, Moshe Katsav, meninggalkan posisinya tahun 2007 dan kemudian dihukum tujuh tahun penjara setelah terbukti dua kali memperkosa seorang asistennya ketika dia menjabat seorang menteri kabinet di akhir 1990-an. Ia juga terbukti melakukan penyerangan seksual terhadap dua perempuan lain yang bekerja untuknya saat dia menjadi presiden. Namun Katsav membantah telah melakukan kesalahan.

     

    URL SUMBER
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.