• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Rabu, 15 Agustus 2018

     

     
    Home   »  Nasional
     
    Setelah Tak Lolos Seleksi, Kemanakah Ikon KPK Johan Budi Melangkah?
    ANA DEA | Senin, 21 Desember 2015 | 11:03 WIB            #NASIONAL

    Setelah
    Johan Budi, ikon KPK. Foto: Lamhot Aritonang

     

    JAKARTA - KPK tak bisa dilepaskan dari sosok Johan Budi. Seperti sudah menjadi satu kesatuan, citra KPK amat lekat dengan sosok Johan Budi yang seperti sudah menjadi Icon. Masuk KPK sejak era kepemimpinan Taufiequrrachman Ruki, Tumpak Hatorangan, Erry Riyana sekitar lebih dari 10 tahun lalu, Johan berkarier di bagian Humas KPK hingga kemudian menjadi juru bicara KPK.

    Kehandalannya menjadi juru bicara KPK tak diragukan lagi. Badai-badai yang datang ke KPK sejak era Antasari Azhar, Bibit-Chandra, hingga BW-Samad, berhasil dilewatinya. Citra KPK tak terganggu. Johan tampil menjaga kehormatan KPK.

    Sejumlah jabatan di KPK selain juru bicara juga sudah dia pegang, dari jabatan direktur sampai deputi dan terakhir menjadi pelaksana tugas pimpinan KPK menggantikan Bambang Widjojanto.

    Di 2015 ini Johan ikut mendaftar menjadi pimpinan KPK, tapi sayangnya sebagian besar anggota Komisi III DPR tak memberi suara kepadanya. Johan gagal menjadi pimpinan.

    Ditemui akhir pekan lalu, di ruangannya di lantai 3 Gedung KPK, Jl Rasuna Said Kuningan, Johan sudah terlihat berkemas. Beberapa buku sudah dia masukkan ke dalam kardus. Foto-foto tagline KPK juga sudah diturunkan.

    Ada beberapa wartawan di dalam ruangan menemani berbincang santai. Satu hal yang ditanyakan kemana Johan akan pergi? Mengingat sosok Johan yang lekat dengan KPK. Lagipula sebenarnya Johan masih berstatus pegawai KPK.

    "Saya ini hanya sekrup kecil di KPK," jawab Johan tenang.

    Johan belum memutuskan akan ke mana. Sambil mengoprek laptopnya, Johan bertutur mengaku ada beberapa yang menawarinya menjadi komisaris, ada juga yang kembali menjadi wartawan, ada juga yang menawari jadi dosen. Tapi dia belum memutuskan apapun.

    Sesekali dia menjawab panggilan telepon, ada beberapa perwira tinggi kepolisian hingga pejabat negara menelepon Johan bertukar sapa. Johan percaya walau dia tinggalkan sistem di KPK akan tetap berjalan.

    "Di KPK itu pegawai tidak mudah diatur atau diintervensi untuk kepentingan tertentu," tambah Johan.

    Johan memberi sinyal sepertinya dia akan meninggalkan KPK, dan juga mundur dari posisi pegawai yang sudah lama disandangnya.

    Mengakhiri perbincangan lebih dari dua jam, Johan menitip pesan untuk pimpinan KPK baru yang akan menjabat.

     

    "Saya memberi pesan untuk pimpinan baru KPK, pengawasan di sini sangat ketat. Bisa belajar dari beberapa pimpinan yang di komite etik-kan," jelas dia.

    Tapi Johan yakin, para pimpinan baru KPK bisa membawa nama baik lembaga antikorupsi ini dan melanjutkannya.

    "Saya yakin mereka bisa on the track, saya yakin proses pemberantasan korupsi bisa lebih baik," tutup Johan sambil beranjak dari kursinya dan melangkah meninggalkan ruangan pimpinan yang beberapa bulan ini dia tempati. 


     

    URL SUMBER
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.