• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Rabu, 18 Juli 2018

     

     
    Home   »  Ekonomi & Investasi
     
    Wawancara Bupati Ende, Marselinus Y.W Petu : Pelabuhan, Pintu Masuk Ekonomi
    ALBERTUS | Sabtu, 26 Desember 2015 | 11:05 WIB            #EKONOMI & INVESTASI

    Wawancara
    Bupati Ende, Marselinus Y.W Petu

     

    SETAHUN lebih sudah Marselinus Y.W Petu dan H. Djafar Achmad menakhodai Kabupaten Ende. Di tangan dua figur ini masa depan Kabupaten Kelimutu ini dipertaruhkan. Seiring dengan terus menggelindingnya roda pembangunan, ada sejumlah capaian yang diperoleh di tahun 2015 yang sebentar lagi akan kita tingggalkan.

     

    Meski demikian patut diakui masih ada sejumlah hal yang membutuhkan perhatian pemerintah dalam membangun daerah ini.

     

    Apa saja capaian yang sudah diperoleh selama setahun lebih memimpin Kabupaten Ende? Berikut penuturan Bupati Marsel kepada Albert Vincent Rehi dari Flobamora.net, Jumat (19/12):

     

    Sebentar lagi kita akan meninggalkan tahun 2015. Setelah setahun lebih memimpin Kabupaten Ende, apa saja capaian di sektor ekonomi ?

     

    Yah… ada banyak aspek jika kita kaitkan dengan sektor ekonomi. Saya lebih fokus ke subsektor pertanian yang mengalami sedikit gangguan karena cuaca yang ekstrim. Demikian pula di subsektor perkebunan produksi dan produktivitasnya sangat baik yang diimbangi dengan masih stabilnya harga komoditinya. Ini yang membuat masyarakat sedikit terbantu.

     

    Lalu sektor lain untuk mendukung perekenomian adalah infrastruktur pelabuhan. Di awal tahun, pemerintah sudah  hadirkan kapal roro. Karena anggapan kita pelabuhan adalah pintu masuk ekonomi masyarakat untuk membuka  akses pasar ke Jawa dan kawasan lain di Indonesia.  Sayangnya, pada November 2015, terjadi musibah tenggelamnya KM Wihan Sejahtera di perairan Gresik yang nyaris melumpuhkan penggerak sektor perekonomian. Namun, kondisi saat ini masih stabil. Tetapi kita tetap berupaya mendatangkan kapal jenis itu dan jenis kapal lainnya seperti kontainer untuk  mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

     

    Langkah konkret yang diambil pemerintah daerah?

     

    Upaya kita untuk terus meningkatkan penerimaan daerah sudah ada sedikit kenaikan. Di APBD perubahan tahun 2015 misalnya, APBD Kabupaten Ende naik menjadi Rp 1,1 triliun lebih. Mudah-mudahan penyerapan pada akhir tahun ini bisa berdampak pada ekonomi masyarakat.

     

    Bagaimana dengan capaian di sektor pendidikan?

     

    Memang, pendidikan juga masuk dalam perhatian utama kerangka pembangunan Kabupaten Ede lima tahun  ke depan. Selain capaiannya, baik pembangunan fisik maupun non fisik yang berjalan baik, Tahun 2015 ini kita lakukan sebuah terobosan dengan E - Learning. Ini juga menjadi indkator kemajuan sektor pendidikan di Kabupaten Ende. Kemudian kita upayakan pembangunan sarana dan prasaran poendidkan agar bisa menaikan mutu pendidikan. Sedangkan untuk tenaga kependidikan kita berikan pelatihan-pelatihan guna meningkatkan kapasitas mereka. 

     

    Di sektor kesehatan apa saja yang sudah dilakukan pemerintah?

     

    Di tahun 2015 kualitas pelayanan kesehatan semakin membaik didukung sarana dan parasarana penunjang seperti Puskesmas dan Pustu bahkan ada Puskesmas reformasi. Kemudian didukung peralatan dan obat-obatan yang memadai. Memang untuk peralatan pendukung baik untuk Puskesmas dan rumah sakit  tetap menjadi perhatian kita demi terus memperbaiki mutu dan standar pelayanan. Demikan halnya dengan peningkatan kapasitas tenaga para medis.

     

    Selain itu, pemerintah juga membangun kemitraan dengan RS Jopu dan RS bersalin SSpS sehingga bantuan obat-obatan dan peralatan kita distribusikan untuk membantu pelayanan kepada masyarakat.

     

    Boleh tahu berapa jumlah dokter di Kabupaten Ende?

     

    Di Kabupaten Ende hampir semua Puskesmas punya tenaga dokter. Hanya mungkin pada puskesmas rawat inap yang perlu ditambah tenaga dokternya sehingga bisa meningkatkan pelayanan.Terus terang, Kabupaten Ende masih kurang dokter ahli. Baru sekitar 6 orang, Kami tetap berupaya menghadirkan dokter ahli. Kita beri mereka insentif yang lebih besar agar mendorong mereka mau bekerja di Ende. Ini juga dalam rangka menjadikan RSUD Ende sebagai rumah sakit rujukan.

     

    Kabupaten Ende tercatat sebagai salah satu daerah dengan tingkat kematian ibu melahirkan cukup tinggi di NTT. Apa upaya pemerintah untuk menguranginya ?

     

    Tahun ini untuk mengatasi atau mengurangi angka kematian ibu melahirkan, pemerintah dengan dukungan masyarakat membangun rumah tunggu. Hampir semua Puskesmas miliki rumah tunggu. Rumah tunggu ini dikelola secara swadaya oleh masyarakat. Artinya, sebelum melahirkan, ibu–ibu hamil yang mau melahirkan sudah beristirahat satu atau dua hari di rumah tunggu sambil menunggu saat melahirkan. Terobosan ini cukup efisien demi membantu masyarakat yang tempat tinggalnya dari Puskesmas.

      

    Lalu pembangunan di sektor perhubungan seperti apa?

     

    Khusus untuk perhubungan udara tahun 2015 Ende dilayani satu armada baru yakni Kalstar. Kita akan cari tambahan armada dengan rute Depasar - Labuan Bajo. Kalau Ende – Kupang sudah cukup banyak.

     

    Untuk perhubungan laut kita upayakan menyelesaikan pekerjaan pembangunan dermaga Ippi guna mengcover sandarnya kapal selama 12 bulan. Perbaikan dermaga tetap dilakukan. Kemudian, ada hal yang harus dimanfaatkan adalah perhubungan laut di wilayah utara yang sekarang ini sudah dilanjutkan pembangunan dermaga di Maurole. Mudahan-mudahan bisa selesai tepat waktu demi membuka akses dengan daerah lain.

    Sedangkan untuk perhubungan darat kita membuka isolasi wilayah dengan membangun lima ruas jalan yang sudah dimulai tahun ini. Sehingga pada saatnya nanti tidak ada daerah yang terisolir. 

     

    Akhir tahun ini pemerintah pusat mengeluarkan data tentang daerah teringgal di Indonesia. Kabupaten Ende termasuk di dalamnya. Apa tanggapan Anda?

     

    Kita jangan malu disebut tertinggal.  Apapun standarnya, pemerintah tentu menggunakan kriteria penilaian seperti di Jawa bukan NTT. Paling tidak ada perbandingan dengan daerah-daerah di Indonesia Bagian Barat. Atas dasar pemikiran seperti ini, pemerintah daerah mengharapkan perhatian serius dari pemerintah pusat untuk membangun daerah yang masih tertinggal.

     

    Dengan kategori tertinggal, pemerintah daerah bisa meraih peluang mendapatkan dana-dana dari pusat semakin terbuka demi membangun daerahnya. Untuk Kabupaten Ende, peluang itu harus kita raih, karena akan membantu membangun daerah. ***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.