• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Jumat, 21 September 2018

     

     
    Home   »  Nasional
     
    Ketika Prajurit TNI di Pelosok Papua `Curhat` kepada Panglima TNI
    ANA DEA | Selasa, 29 Desember 2015 | 19:58 WIB            #NASIONAL

    Ketika
    Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. Foto: Jabbar/detikcom

     
    PAPUA - Panglima TNI melanjutkan kunjungan kerjanya ke wilayah timur Indonesia. Hari ini Panglima melakukan kunjungan ke Distrik Agats, Kabupaten Asmat.

    Pada kunjungan ke Kabupaten Asmat ini, Panglima TNI memiliki dua agenda. Pertama, meninjau pembangunan jalan dari Distrik Agats menuju Wamena. Kedua, melakukan kunjungan ke Komando Rayon Militer (Koramil) 1707-08/Agats.

    Rombongan Panglima terbang dari Bandara Moses Kilangin, Timika menuju Distrik Agats menggunakan helikopter. Untuk mencapai Agats, rombongan mendarat terlebih dahulu di Distrik Ewer, Kabupaten Asmat.

    Panglima TNI bersama rombongan mendapatkan sambutan dari warga Distrik Ewer. Warga menyambut dengan tarian dan nyanyian. Beratribut lengkap mereka mengantarkan rombongan menuju dermaga. Sebelumnya Panglima TNI diberikan cinderamata berupa tas dan ikat kepala khas Asmat.

    Untuk mencapai Distrik Agats, rombongan mesti menggunakan speedboat dari Distrik Ewer. Perjalanan menyeberang itu ditempuh dalam waktu 20 menit. Untuk sekali menyeberang warga diminta membayar sebesar Rp 100 ribu.

    "Alternatif lain selain menggunakan speedboat, biasanya warga menggunakan perahu fiber," ujar pegawai humas Kabupaten Asmat.

    Rombongan pun tiba di dermaga di Distrik Agats. Dari dermaga, rombongan kembali disambut warga dengan tarian dan nyanyian.

    Tinjauan di lapangan, jalan di Distrik Agats kini telah menggunakan beton. Pembangunan jalan ini telah dimulai dari tahun 2012 dan ditargetkan pada tahun 2020 jalan di seluruh distrik sudah jadi.

    Iring-iringan warga bersama rombongan Panglima TNI kemudian tiba di Koramil 1707-08/Agats. Romantisme Panglima TNI Gatot bangkit. Ia bertemu dengan beberapa prajurit yang pernah ditemuinya ketika ia menjadi Dandim 1707/Merauke.

    Setelah disambut Danramil dan menyalami segenap anggota, Panglima TNI meninjau rumah prajurit yang tak jauh dari kantor Koramil 1707. Kemudian acara dilanjutkan dengan mendengarkan pendapat para prajurit.

    Panglima TNI membuka pembicaraan dengan menyampaikan bahwa ia melihat di Distrik Agats sudah terlihat banyak kemajuan dengan adanya jalan beton dan banyaknya warung. Kemudian dilanjutkan dengan membahas masalah cuti prajurit.

    "Saya tadi mendengar prajurit di sini berasal dari berbagai daerah. Dan mereka mendapatkan cuti setahun sekali, sementara waktu tinggal (cuti) mereka cuma 12 hari," ucap Panglima TNI Gatoto Nurmantyo di depan prajurit, Selasa (29/12/2015).

    Waktu 12 hari dirasa terlalu singkat bagi Panglima Gatot. Untuk pulang ke domisili asli maka membuat mereka harus menggunakan pesawat yang harga tiketnya terhitung mahal.

    "Mereka ini kurang cuti, dihitung saja. Mereka cuti setahun sekali tapi liburnya seminggu. Saya usul agar mereka dapat cuti selama sebulan," ujar Gatot yang langsung disambut tepuk tangan.

    Setelah membicarakan cuti, Gatot mempersilakan prajurit untuk menyampaikan pendapat.

    "Izin, Panglima. Kami di Kabupaten Asmat terdiri dari 10 distrik. Dan untuk mencapai distrik-distrik tersebut kami harus menyewa speedboat yang ongkosnya mahal karena juga harus membeli bahan bakar," ujar seorang prajurit.

    Tak selang berapa lama kembali ada yang mengacungkan tangan dan menyampaikanpendapat, "Izin, Panglima. Speedboat kami rusak sehingga tidak dapat dipakai lagi."

    "Berapa harga satu speedboat di sini?" tanya Panglima Gatot.

    "Izin, satu unit speedboat dengan kekuatan 40 PK harganya Rp 78 juta. Untuk mesin harganya Rp 38 juta dan harga perahunya Rp 40 juta," jawab Danramil.

    Mendengar jawaban itu, kemudian Gatot menjawab, "Baiklah, kita akan mengusahakan untuk mengadakan speedboat sebanyak 10 unit." Para prajurit menyambut dengan menjawab serentak, "Siap!"

    Panglima TNI Gatot Nurmantyo kembali memberi waktu kepada prajurit untuk menyampaikan pendapat. Tak berapa lama seorang prajurit kembali mengangkat tangan dan berucap, "Izin, Jenderal. Izin, Panglima."

    "Kami di Distrik Agats kekurangan kendaraan motor listrik. Kami butuh untuk mencapai ke penjuru distrik," ucap seorang prajurit.

    Gatot menjawab, "Kalian semua sehat?"

    Serentak prajurit menjawab, "Siap, sehat."

    "Kalian tahu kenapa kalian sehat?" Belum sempat dijawab, Panglima melanjutkan, "Itu karena kalian sering jalan kaki. Kalau kalian naik motor, kalian bisa tidak sehat nanti."

    Ada sedikit raut kecewa di muka para prajurit. Kemudian Panglima melanjutkan, "Pak Aslog (Asisten Logistik), berapa bisa dibeli motor tanpa listrik itu?"

    "Kita bisa sediakan motor sebanyak 5 unit, Panglima," jawab Asisten Logistik Marsekal Muda Nugraha. Keputusan itu pun disambut dengan tepuk tangan dari prajurit.

     

    URL SUMBER
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.