• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 25 Juni 2018

     

     
    Home   »  Ekonomi & Investasi
     
    Tahun 2014, NTT Kirim 64.000 Ternak ke Luar Daerah
    ALBERTO | Rabu, 19 Februari 2014 | 11:49 WIB            #EKONOMI & INVESTASI

    Tahun
    Kadis Peternakan NTT, Thobias Uly

     
    Kupang, Flobamora.net - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Frans Lebu Raya  melalui surat keputusan nomor 3 tanggal 6 Januari 2014, telah menetapkan kuota pengantarpulauan sapi dari daerah tersebut untuk tahun ini sebanyak 53.000 ekor untuk daerah tujuan DKI Jakarta, Jawa Barat dan Kalimantan Timur.

    Kepala Dinas Peternakan NTT, Thobias Uly yang ditemui di Kupang, Rabu (19/2), mengatakan, selain kuota sapi juga ditetapkan kuota pengantarpulauan kerbau sebanyak 6000 ekor dan kuda 5000 ekor. Dengan demikian kuota ketiga jenis ternak besar itu pada tahun 2014 sebanyak 64.000 ekor.

    "Sebagai salah satu daerah penyanggah kebutuhan daging nasional, NTT harus bisa memenuhi kuota tersebut dengan menerapkan kebijakan di dalam daerah antara lain peningkatan populasi dan penggemukan," jelasnya.

    Menurutnya, dalam surat keputusan tersebut selain tidak membolehkan pengiriman sapi betina produktif juga pengiriman sapi bali khususnya berat badannya di atas 275 kg dan sapi ongole di atas 300 kg.

    Dia menyebutkan, daerah potensial pengiriman ternak di provinsi kepulauan ini masih mengandalkan empat kabupaten di Kawasan Timor Barat dan Pulau Sumba serta Rote Ndao. Sedangkan kabupaten lain hanya menjadi wilayah penyanggah.

    "Berdasarkan surat keputusan tersebut, ditetapkan kuota pengantarpulauan ternak per kabupaten dengan jumlah bervariasi sesuai tingkat populasi yang ada untuk menjaga keseimbangan," ujarnya .

    Kata dia, khusus sapi ditetapkan tujuh daerah potensial yakni Kabupaten Kupang 10.000 ekor, Timor Tengah Selatan (TTS) 11.600, Timor Tengah Utara (TTU) 7.000, Belu 4.700, Malaka 4000, Rote Ndao 3000, dan Sumba Timur 4.000 ekor. 

    Ke depan, tambahnya, secara bertahap Pemerintah Provinsi NTT bertekad untuk  secara bertahap mengurangi pengiriman ternak hidup, tetapi tmengirim daging segar yang higienis dan halal.

    "Pemerintah telah berencana untuk membangun Rumah Potong Hewan (RPH) yang representatif guna mendukung kebijakan tersebut di Kupang dan Waingapu dengan menggandeng investor bidang peternakan<' paparnya.***

     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.