• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Kamis, 26 April 2018

     

     
    Home   »  Internasional
     
    Massa Bakar Kedutaan Arab Saudi di Iran
    ANA DEA | Minggu, 03 Januari 2016 | 10:43 WIB            #INTERNASIONAL

    Massa
    Rakyat Iran menggelar protes di depan Kedutaan Besar Arab Saudi di Teheran. BBC

     
    TEHERAN - Massa yang marah membakar kedutaan Arab Saudi di Teheran pada Sabtu (2/1/2016) dan menyerbu bangunan itu sebelum akhirnya dibubarkan polisi.

    Kantor berita ISNA melaporkan, massa melancarkan protes terkait eksekusi mati terhadap seorang ulama Syiah, Syeik Nimr al-Nimr, di Arab Saudi.

    Sementara itu di Mashhad, kota terbesar kedua Iran, para demonstran membakar konsulat Saudi, lapor sejumlah situs berita.

    Serangkaian insiden tersebut terjadi beberapa jam setelah pengumuman kematian ulama berusia 56 tahun itu, yang merupakan tokoh kunci dalam protes anti-pemerintah di kerajaan Saudi sejak tahun 2011.

    Eksekusi terhadap Syeik Nimr al-Nimr memicu kecaman keras dari Iran dan Irak yang penduduknya mayoritas Syiah.

    "Ada berkobar di dalam kedutaan ... para demonstran mampu masuk ke dalam tetapi (kemudian) diusir," lapor ISNA. "Api telah membakar bagian dalam kedutaan," kata seorang saksi mata kepada kantor berita AFP. "Polisi ada di mana-mana dan telah membubarkan para demonstran, beberapa di antaranya telah ditangkap."

    Sejumlah pengunjuk rasa sempat memanjat ke atap gedung kedutaan sebelum mereka dipaksa pergi, kata laporan ISNA.

    Sejumlah situs berita memasang foto-foto para demonstran yang mencengkeram bendera Saudi, yang telah ditarik turun.

    Media Iran mengutip Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Hossein Jaber Ansari, saat meminta polisi untuk "melindungi misi diplomatik Arab Saudi di Teheran dan Mashhad ... dan mencegah demonstrasi di depan dua lokasi itu."

    Nimr, yang menghabiskan lebih dari satu dekade belajar teologi di Iran, termasuk di antara 47 orang Syiah dan Sunni yang dieksekusi pada hari Sabtu atas tuduhan terorisme.

    Irang yang mayoritas Syiah, yang merupakan musuh lama Saudi, mengatakan dalam reaksi terkait eksekusi Nimr bahwa "pemerintah Saudi mendukung gerakan teroris dan ekstremis, serta menghadapi para kritikus di dalam negeri dengan penindasan dan eksekusi."

    Saudi akan "membayar harga yang mahal karena menerapkan kebijakan itu," kata Jaber Ansari sebelum serangan itu terjadi.

    Sebaliknya Arab Saudi, menurut Kementerian Luar Negeri, memanggil utusan Iran "dan menyerahkan nota protes dengan kata-kata keras atas pernyataan agresif Iran".

    Kementerian Dalam Negeri Saudi mengatakan, orang-orang itu dihukum karena mengadopsi ideologi radikal, bergabung dengan "organisasi teroris" dan melakukan sejumlah "plot pidana".

    Sebuah daftar resmi tentang orang-orang yang dieksekusi mencakup sejumlah warga Sunni yang dihukum karena terlibat dalam serangan Al-Qaeda yang menewaskan warga Saudi dan orang asing tahun 2003 dan 2004.

     

    URL SUMBER
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.