• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 19 November 2018

     

     
    Home   »  Nasional
     
    Anggota DPR yang Ditangkap KPK Dikabarkan dari PDIP, Elite Partai pun Geram
    ANA DEA | Kamis, 14 Januari 2016 | 08:32 WIB            #NASIONAL

    Anggota
    Foto: Dhani Irawan/detikcom

     
    JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap seorang anggota DPR RI. PDIP bereaksi dan mengecam keras anggota DPR yang diduga menerima suap itu.

    Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto marah dan geram atas dugaan tindakan tidak terpuji anggota DPR RI yang ditangkap KPK itu.

    "Partai terus menerus mengingatkan. Bahkan, 3 minggu yang lalu kami kirim peringatan melalui SMS dan surat tertulis agar tidak ada lagi yang menyalahgunakan kekuasaan dengan melakukan tindak pidana korupsi," papar Hasto dalam keterangan tertulis, Kamis (14/1/2016).

    Dikabarkan anggota DPR yang diketahui berinisial DWP itu berasal dari Fraksi PDIP. Namun Hasto belum bisa membenarkannya.

    "Belum diperoleh kepastian. Namun, bilamana melibatkan anggota Dewan dari PDIP, maka partai bertindak tegas dengan menerapkan sanksi pemecatan seketika. Dengan demikian yang bersangkutan bukan anggota PDIP lagi," tegas Hasto.

    Hasto juga menegaskan, arahan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri pada saat Rakernas I, dirinya juga sudah mengumumkan kepada seluruh peserta Rakernas melalui Rapat Paripurna dengan mengingatkan kembali terhadap kasus yang menimpa Adriansyah.

    "Ini benar-benar pelanggaran disiplin sangat berat. DPP Partai akan mengambil tindakan pengawasan yang lebih ketat lagi," tambah Hasto.

    Terkait dengan sistem keuangan Partai sendiri, lanjut Hasto, PDIP sudah membangun sistem rekening gotong royong dan diaudit secara periodik oleh akuntan publik. "Apa yang diduga dilakukan anggota Dewan tersebut, selain sangat tidak patut, juga menunjukkan bagaimana 'kerusakan mentalitet hanya untuk memperkaya diri'," tegas Hasto.

    Sementara itu, politisi PDIP Pramono Anung yang kini menjabat sebagai Sekretaris Kabinet langsung melontarkan cuitan di akun twitternya @pramonoanung, tak lama setelah kabar penangkapan DWP oleh KPK tersebar.

    "Sdh diperingatkan, eh tetap dilakukan, tidak ada pilihan lain ya dipecat #Hukuman," demikian kicauan Pramono Anung di Twitter.

    Senada dengan Hasto dan Pramono, Ketua DPP PDIP Komarudin Watubun menegaskan, jika yang tertangkap adalah kader PDIP, maka harus segera diambil tindakan tegas.

    "Enggak ada kapok-kapoknya. Kalau memang itu benar, protapnya sudah pasti. Ada dua hal PDIP yang enggak bisa kompromi, tertangkap basah korupsi dan narkoba, langsung kita pecat dan tidak diberi bantuan. Kalau benar kader PDIP, diberlakukan sama. Kalau tertangkap basah korupsi dan narkoba langsung kita pecat," tegas Komarudin.

     

    URL SUMBER
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.