• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 18 Juni 2018

     

     
    Home   »  Internasional
     
    ISIS Benarkan Kematian `Jihadi John`, Algojo Terkenal Kelompok Itu
    ANA DEA | Rabu, 20 Januari 2016 | 11:51 WIB            #INTERNASIONAL

    ISIS
    Pria bertopeng yang memenggal wartawan AS James Foley ini oleh media Barat disebut sebagai Jihadi John karena sangat fasih berbahasa Inggris. Intelijen Inggris akhirnya mengungkap identitas sang algojo yang ternyata adalah seorang pria asal kota London. Youtube

     
    DUBAI - Sebuah media yang terkait dengan kelompok teroris Negara Islam atau ISIS, hari Selasa (19/1/2016), merilis sebuah tulisan untuk mengenang (eulogy) "Jihadi John", anggota kelompok militan itu yang menjadi terkenal karena aksinya mengeksekusi para sandera difilmkan dan disebarkan ke internet.

    SITE, organisasi Amerika yang memantau kelompok teroris, melaporkan hal tersebut.

    "Jihadi John" merupakan nama samaran. Nama aslinya telah diidentifikasi sebagai Mohammed Emwazi. Ia merupakan warga Inggris keturunan Arab.

    Militer AS, November lalu, mengatakan bahwa pihaknya "cukup yakin" telah membunuh militan itu dalam sebuah serangan dengan menggunakan pesawat tak berawak.

    Majalah ISIS, Dabiq, menulis tentang Emwazi dengan nama menggunakan julukannya "Abu Muhajir al-Muharib".

    "Hari Kamis, tanggal 29 Muharram, 1437 (atau 12 November 2015), Ab Muharib akhirnya mati syahid di jalan Allah, sesuatu yang dia inginkan begitu lama, ketika mobil yang ditumpanginya terkena serangan pesawat tak berawak di kota Raqqah. Serangan itu menghancurkan mobil tersebut dan membunuhnya seketika," tulis Dabiq.

    Emwazi mencerminkan wajah umum ISIS dan simbol kebrutalan kelompok itu setelah muncul dalam sejumlah video yang menunjukkan pembunuhan wartawan AS Steven Sotloff dan James Foley, pekerja bantuan AS Abdul-Rahman Kassig, pekerja bantuan Inggris David Haines dan Alan Henning, serta wartawan Jepang Kenji Goto dan sejumlah sandera lainnya.

    Emwazi menjadi salah satu orang yang paling dicari di dunia. Pria itu lahir di Kuwait tahun 1988. Ia dibawa ke Inggris oleh keluarganya saat berusia 6 tahun dan lulus dari kuliah pemrograman komputer di London.

    Tiga buah drone (pesawat tak berawak), satu milik Inggris dan dua milik Amerika, terlibat dalam serangan di Raqqa itu. Salah satu drone milik Amerika menghantam mobil yang ditumpangi Emwazi.

     

    URL SUMBER
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.