• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Rabu, 19 September 2018

     

     
    Home   »  Ekonomi & Investasi
     
    LPSE Tidak Jamin Hilangnya Praktik KKN
    VICKY DA GOMEZ | Kamis, 20 Februari 2014 | 12:10 WIB            #EKONOMI & INVESTASI

    LPSE
    Bupati Sikka, Yos Ansar Rera

     
    Maumere, Flobamora.net - Sistem pelelangan proyek dengan menggunakan layanan pengadaan secara elektronik (LPSE) diyakini tidak menjamin menghilangnya praktik-praktik kolusi, korupsi dan nepotisme (KKN). Malah, dalam sejumlah proses pelelangan jasa konstruksi dan pengadaan, justeru banyak terdapat kasus yang berindikasi praktik KKN.
                    
    Hal ini diangkat oleh sejumlah rekanan dari berbagai asosiasi di Kabupaten Sikka kepada Bupati Sikka Yoseph Ansar Rera di Aula Setda Sikka, Kamis (20/2).

    Bupati Sikka menggelar pertemuan dengan para rekanan untuk menyampaikan kebijakan tentang penggunaan LPSE. Hadir saat itu Wakil Bupati Sikka Paolus Nong Susar, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Mauritz da Cunha,  Kepala Bagian Pembangunan Daniel Ratu, serta 45 rekanan yang bergerak di bidang pengadaan dan jasa konstruksi.  
                    
    Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar dua jam ini, terdapat dua pendapat yang menanggapi kebijakan penggunaan LPSE. Sejumlah rekanan melihat LPSE sangat bermanfaat positip terutama bisa menghemat biaya. Sementara  rekanan lainnya berpendapat LPSE justeru menyulitkan karena persyaratan-persyaratan yang sangat ketat.
                    
    Blasius Pare, Direktur CV Bintang Terang berpendapat sistem LPSE justeru membuat makin banyaknya pencuri yang canggih. Pendapat itu dia sampaikan dengan membandingkan beberapa kasus yang pernah dialami banyak rekanan saat mengikuti pelelangan dengan sistem LPSE. “Dengan ini apakah LPSE sudah dapat dipastikan dapat menghindari KKN?” tanyanya kritis kepada Bupati Ansar Rera.
                    
    Terhadap ini Bupati Yoseph Ansar Rera mengatakan LPSE merupakan kebijakan nasional. Bahwa dalam berbagai kasus, rekanan melihatnya masih ada praktik-praktik KKN, rekanan dan asosiasi diajak untuk sama-sama melakukan kontrol dan pengawasan.
                    
    Hal senada disampaikan Direktur CV Roda Pembangunan Sejahtera, Rofinus Suta. Menurut dia persyaratan untuk mengikuti LPSE sangat menyulitkan rekanan, terutama beban biaya yang makin besar untuk melengkapi berbagai persyaratan seperti SKT, SKA, dan lain-lain.
                    
    Pendapat lain disampaikan oleh Bernadus Kopong dari CV Fatrian Indah dan Direktur PT Teknik Perkasa Stefanus Lengkong. Kedua rekanan ini melihat sistem LPSE sangat bagus untuk diterapkan. “Di daerah lain sistem ini sudah diterapkan begitu lama. Harap kita di sini pun begitu. Biayanya sangat murah,” tutur Lengkong.
                    
    Sementara itu Direktris CV Dahaga, Ketut Ariani mengakui, bahwa hampir banyak rekanan yang belum siap dengan LPSE. Meski demikian, karena ini adalah kebijhakan nasinal maka suka tidak suka rekanan harus mengikutinya. Dia berharap pemerintah terus memberikan pelatihan dan sosialisasi kepada rekanan sehingga bisa mengikuti sistem LPSE ini secara baik.

    “Kita sudah men dapatkan latihan dari pemerintah. Tapi waktunya hanya sat hari saja. Kalau bisa dibuka lagi pelatihan dengan rentang waktu yang lebih lama sehingga kami bisa memahaminya,” imbuhnya.

    Kepala Bagian Pembangunan Daniel Ratu mengatakan pemerintah akan memberikan pelatihan kepada rekanan setelah 6 Maret 2014 mendatang. Pihaknya membuka waktu khusus setiap hari Jumat dan Sabtu bagi rekanan yang ingin mendalami sistem LPSE.***

     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.