• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Selasa, 19 Juni 2018

     

     
    Home   »  Nasional
     
    Mengapa Kabareskrim Sekarang Jarang Muncul di Media?
    ANA DEA | Jumat, 05 Februari 2016 | 07:09 WIB            #NASIONAL

    Mengapa
    Kepala Bareskrim Polri Komjen Anang Iskandar. Ambaranie Nadia K.M

     
    JAKARTA - Pascapergantian Kepala Bareskrim Polri dari Komjen (Pol) Budi Waseso ke Komjen (Pol) Anang Iskandar, ritme pemberitaan ujung tombak penegakan hukum Polri itu berubah.

    Indikator paling mudah adalah frekuensi dua sosok ini tampil di media demikian kontras. Di bawah kepemimpinan Buwas, sapaan Budi Waseso, Bareskrim lebih sering mewarnai lembar koran serta layar kaca.

    Sementara ketika dipimpin Anang, baik Bareskrim atau Anang sendiri relatif jarang lagi muncul di media. Lantas, ke mana Kabareskrim sekarang? Mengapa dia jarang mau lama-lama di depan kamera pewarta? Dan yang paling penting, bekerjakah penyidik Bareskrim saat ini?

    "Saya itu mempersiapkan anak buah. Menyemangati, mempersiapkan bekal kemampuan, pengetahuan, moralitas. Itu saya lakukan dan dengan duduk-duduk di sini saja, saya bisa berhasil terus," ujar Anang di kantornya, Kamis (4/2/2016).

    Prinsip Anang, pimpinan penyidik seperti dirinya memang tak perlu banyak "manggung". Di institusi Mabes Polri, menurut dia, sudah ada Divisi Humas yang berperan tampil di media massa membawa atau menjelaskan kabar apapun seputar korps berbaju cokelat tersebut.

    "Saya ingin semua berperan apa adanya. Sesuai dengan tugas, pokok dan fungsinya masing-masing," ujar Anang.

    Anang pun enggan terlibat dalam penegakan hukum secara fisik yang dilakukan oleh anak buahnya, misalnya penangkapan, penggerebekan atau penggeledahan.

    "Yang nangkepin itu ya penyidik, bukan saya. Tak mungkin saya sendirian nangkepi penjual ginjal, penjual gading gajah, penimbun sapi. Tugas saya 70 persen adalah mempersiapkan sumber daya manusia," lanjut dia.

    Yang penting, dia memastikan anak buahnya bekerja sesuai "rule" dan memberikan rasa adil, kepastian hukum serta berkontribusi pada pembangunan bangsa.

    Bahkan, Anang tidak mempersoalkan jika ada anak buahnya yang lebih tenar daripada dirinya. Menurut mantan kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) itu, anak buahnya bisa tampil di media massa dan mendapatkan apresiasi publik merupakan penghargaan dari dirinya karena bekerja dengan baik.

    "Jika mereka berhasil, itu ya buat mereka. Tapi keberhasilan mereka itu berkontribusi juga bagi kepemimpinan saya. Itu saja," ujar Anang.

    Sejauh ini, Anang pun meyakini bahwa anak buahnya menyelesaikan tugas dengan baik, meskipun kadang tidak masuk halaman depan surat kabar.

     

    URL SUMBER
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.