• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Selasa, 21 Agustus 2018

     

     
    Home   »  Nasional
     
    Kronologi Tewasnya Karyawan Telkom yang Dirampok di Metro Mini
    ANA DEA | Minggu, 14 Februari 2016 | 14:59 WIB            #NASIONAL

    Kronologi
    Foto: Facebook

     
    JAKARTA - Bagus Budiwibowo (41) tewas saat dirampok di Metro Mini 640 Pasar Minggu-Tanah Abang. Dia diduga didorong oleh para perampok hingga terjatuh di aspal, lalu meninggal dunia. Bagaimana kronologinya?

    Wawancara dengan salah seorang rekan Bagus bernama Hani Buntari dari bagian Komunikasi Divisi Digital Service yang mendapat informasi soal kronologi kejadian dari satpam IGD Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. Satpam tersebut mendapat keterangan langsung dari kernet Metro Mini yang membawa korban. Polisi saat dikonfirmasi terpisah, masih menelusuri kasus ini. Berikut cerita lengkapnya:

    Kamis 11 Februari 2016

    Pukul 17.00 WIB

    Bagus, Hani dan tim lainnya baru saja selesai melakukan rapat di kantor Telkom di Gatot Subroto, Jakpus. Setelah itu, Bagus berencana untuk kembali ke kantornya di Kebon Sirih. Bagus bekerja di Kebon Sirih sebagai Manager Wireless Product Divisi Service dan Solution Telkom. Dia hendak ke kantor Kebon Sirih untuk bermain badminton.

    Pukul 17.30 WIB-Pukul 18.30 WIB

    Bagus naik Metro Mini 640 jurusan Pasar Minggu-Tanah Abang. Di Metro Mini, hanya ada Bagus dan empat pria diduga copet, dan sopir serta kernet. Saat hendak turun (lokasinya belum bisa dipastikan), Bagus diminta ponselnya dan sudah menyerahkannya. Namun setelah itu, Bagus tiba-tiba jatuh dan kepala bagian belakangnya menghantam aspal. Belum jelas, apakah dia sengaja didorong atau terdorong oleh para pelaku.

    Menurut Hani, Bagus masih sadarkan diri usai jatuh. Dia meminta bantuan kernet dan sopir untuk membawanya ke rumah sakit. Sempat dibawa ke RS Budi Kemuliaan, namun karena penuh, dia dilarikan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. Di sana, Bagus langsung dibawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD). Tubuhnya sudah tak sadarkan diri.

    Dokter sempat memberikan jahitan di bagian kepala belakang Bagus. Dia disebut mengalami pendarahan otak di atas 60 persen. Kesadarannya berada di level 3 dari skala 1-15. Sempat hendak dicarikan ruang ICU, namun di RSCM penuh.

    Jumat 12 Februari 2015 pagi

    Keluarga dan pihak Telkom baru mendapat kabar soal kondisi Bagus dari pihak keamanan RSCM. Mereka menemukan kartu tanda pengenal Bagus dari pakaiannya. Lalu, dihubungilah pihak Telkom.

    Saat dijenguk oleh Hani dan rekan-rekan di Telkom, Bagus masih tak sadarkan diri. Bahkan kondisinya terus memburuk. Pihak Telkom menggelar doa bersama saat salat Jumat siang harinya. Kabar soal kondisi Bagus sudah menyebar.

    Sabtu 13 Februari 2016 Pukul 17.45 WIB

    Bagus dinyatakan meninggal dunia. Jenazahnya kemudian langsung dibawa ke Kudus, kampung halamannya. Jenazah tiba sekitar dini hari di Kudus.

    Minggu 14 Februari pukul 10.30 WIB

    Jenazah Bagus sudah dimakamkan di Kudus.

     

    URL SUMBER
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.