• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Kamis, 15 November 2018

     

     
    Home   »  Nasional
     
    `Tour de Flores` Strategi NTT Bidik Wisatawan
    ANA DEA | Sabtu, 27 Februari 2016 | 23:05 WIB            #NASIONAL

    `Tour
    Desa Wae Rebo berada di barat daya kota Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. BARRY KUSUMA

     
    KUPANG - Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Sumber Daya menyatakan ajang balap sepeda internasional "Tour de Flores" yang digelar pertama kalinya 16-26 Mei 2016 merupakan satu langkah memancing wisatawan datang ke Nusa Tenggara Timur.

    "Dengan acara ini, diharapkan semua mata memandang ke sini (NTT)," kata Deputi IV Bidang Koordinasi SDM, Iptek dan Budaya Maritim Kemenko Maritim dan Sumber Daya, Safri Burhanuddin seusai rapat koordinasi di Kantor Gubernur NTT, Kupang, Jumat (26/2/2016).

    Menurut Safri, pihaknya mendapat tugas untuk mendorong akselerasi perkembangan 10 destinasi wisata utama, salah satunya Labuan Bajo di NTT.

    Sembilan destinasi lainnya yakni Danau Toba (Sumatera Utara), Kepulauan Seribu (DKI Jakarta), Tanjung Kelayang (Kepulauan Bangka Belitung), Tanjung Lesung (Banten), Borobudur (Jawa Tengah), Mandalika (Nusa Tenggara Barat), Wakatobi (Sulawesi Tenggara), Morotai (Maluku Utara) dan Bromo (Jawa Timur).

    Permainan tete alu yang menuntut konsentrasi. KOMPAS/DWI AS SETIANINGSIH
    "Ide utamanya memang Labuan Bajo target utama (promosi). Tapi kalau itu saja, kan sayang. Makanya digelarlah Tour de Flores, biar semua daerah (wisata) di NTT yang lengkap ini bisa tercakup," katanya.

    Tugas Kemenko Kemaritiman, lanjut Safri, adalah mengkoordinasikan tugas-tugas yang disebarkan ke kementerian lainnya demi suksesnya perhelatan olahraga wisata itu.

    Selain melakukan fungsi koordinasi, kementerian yang dipimpin Rizal Ramli itu juga mengalokasikan Rp 1,1 miliar untuk mendukung perhelatan internasional itu.

    "Nanti pada saat penutupan (23 Mei) Pak Menko (Rizal Ramli) dijadwalkan hadir. Sisa waktunya sendiri akan dimanfaatkan untuk mengajak para pebalap mengunjungi Pulau Komodo dan wisata di Labuan Bajo," katanya.

    Balap sepeda yang menempuh jarak 661,5 kilometer itu terbagi dalam lima etape, yakni etape pertama Larantuka-Maumere (ibu kota Kabupaten Sikka) dan menginap di kota tersebut.

    Warga Kampung Tololela di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur.
    Etape kedua Maumere-Ende (ibu kota Kabupaten Ende) yang merupakan kota pengasingan Bung Karno semasa penjajahan, etape ketiga Ende-Bajawa (ibu kota Kabupaten Ngada).

    Etape keempat Bajawa-Ruteng (ibu kota Kabupaten Manggarai) dan etape kelima Ruteng-Labuan Bajo (ibu kota Kabupaten Manggarai Barat), tepatnya di ujung barat Pulau Flores.

    Lomba balap sepeda itu akan diselingi dengan kegiatan pariwisata termasuk bazar, kunjungan ke destinasi wisata gunung api, serta atraksi budaya.

    Penunggang kuda sedang bersiap-siap menjemput tamu di Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur, Flores, Nusa Tenggara Timur. KOMPAS.COM/MARKUS MAKUR
    Sebanyak 20 tim dari benua Eropa, Amerika, Asia, Australia akan ikut serta dalam perhelatan balap sepeda internasional engan total hadiah Rp 8 miliar.

    Para peserta merupakan pebalap sepeda dari Tour de Ijen Banyuwangi yang berlomba pada 11-14 Mei 2016.

     

    URL SUMBER
      TAG:
    • khas
    •   
    •   
    •   
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.