• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Kamis, 26 April 2018

     

     
    Home   »  Regional
     
    Masyarakat Pantura Flores Butuh Kapal Ferry
    ALBERT VINCENT REHI | Rabu, 02 Maret 2016 | 11:50 WIB            #REGIONAL

    Masyarakat
    Anggota DPRD NTT, Oswaldus

     
    KUPANG, FLOBAMORA.NET – Masyarakat di Pantai Utara (Pantura) Flores sangat membutuhkan sarana transportasi laut berupa kapal ferry untuk mengantarpulaukan barang dan memperlancar mobilitas orang ke dan dari daerah tersebut.

    Anggota DPRD NTT, Oswaldus menyampaikan ini kepada wartawan di Kupang, Selasa (1/3).

    Menureut Oswaldus, hampir semua kabupaten yang wilayahnya ada di Pantura Flores sudah memiliki pelabuhan, bahkan bisa disinggahi kapal ferry. Saat ini pekerjaan pelabuhan ferry di Namangkewa, Kecamatan Kewapante, Kabupaten Sikka hampir rampung.

    Dengan demikian, kapal ferry yang melayani rute pelayaran Pantura Flores, dari Larantuka menuju ke arah barat menyinggahi pelabuhan Namangkewa di Sikka. Selanjutnya menyinggahi pelabuhan Kota Baru, Kabupaten Ende, menuju pelabuhan Marapokot, Kabupaten Nagekeo, dan Pelabuhan Reo, Kabupaten Manggarai.

    Dari pelabuhan Reo,sambungnya, bisa ke Makasar atau daerah lain ataupun langsung kembali ke arah Timur Flores, sangat tergantung pada kebijakan pengaturan rute pelayaran.

    “Dengan membuka akses transportasi laut Pantura Flores, akses perdagangan dan mobilitas orang menjadi lancar. Intinya, masyarakat sangat butuh kehadiran kapal ferry karena sangat mendukung aspek perdagangan,” kata Oswaldus.

    Anggota Komisi II DPRD NTT ini menyatakan, kehadiran pelabuhan dan kapal ferry tersebut tentunya dapat membuka akses dan pertumbuhan ekonomi. Selain itu, perputaran uang di masyarakat dan perdagangan antardaerah yang dilintasi kapal tersebut menjadi lancar. Misalkan, selama ini masyarakat Sikka menggunakan jasa kapal Pelni, menjual alpukad ke Makasar.

    Selain itu, lanjut Oswaldus, kehadiran kapal ferry itu sebagai alternatif di bidang transportasi. Ketika transportasi darat terganggu karena putus akibat bencana alam, bisa menggunakan transportasi laut. Dengan demikian, mobilitas orang dan barang di daerah Pantura Flores tetap berjalan normal.***

     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.