• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Selasa, 22 Mei 2018

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Wujudkan Dara Rilo Ralo, Ngada Dukung Progam PLN NTT
    ALBERT VINCENT REHI | Rabu, 02 Maret 2016 | 18:52 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Wujudkan
    Bupati Ngada, Marianus Sae, Wakil Bupati, Paulus Soliwoa saat bertemu GM PLN NTT, Richard Safkaur dan Manajer Teknik PLN NTT, Taufik Hidayat.

     
    KUPANG, FLOBAMORA.NET - Pemerintah Kabupaten Ngada siap mengalokasikan anggaran di APBD-nya untuk mendukung program PLN Wilayah NTT di Kabupaten Ngada demi percepatan masyarakat menikmati listrik. Dukungan ini sejalan dengan janji saat kampanye kepada masyarakat untuk membuat Kabupaten Ngada terang benderang atau dara rilo ralo.

    “Jika regulasinya memungkinkan kami bersedia mengalokasikan anggaran di APBD untuk mendampingi program PLN di Kabupaten Ngada, misalnya membangun jaringan supaya masyarakat yang belum terlistriki lebih cepat mendapat listrik. Karena saya berkewajiban mewujudkan janji menjadikan Kabupaten Ngada terang benderang.

    Bupati Ngada, Marianus Sae, didampingi Wakil Bupati Paulus Soliwoa menyampaikan hal tersebut, saat menerima kunjungan General Manager PLN Wilayah NTT, Richard Safkaur dan Manajer Teknik, Taufik Hidayat di ruang kerjanya di Bajawa, akhir Februari lalu.

    Kunjungan itu dalam rangka melaksanakan sosialisasi pengembangan PLTP Mataloko dari kapasitas terpasang 1x2,5 MW menjadi 2x10 MW, sebagai bagian dari program 35.000 MW Presiden Joko Widodo.

    Marianus Sae dan Paulus Soliwoa terpilih menjadi Bupati  dan Wakil Bupati Kabupaten Ngada untuk periode kedua dan telah dilantik pada 17 Februari 2016 di Kupang, Nusa Tenggara Timur bersama enam pasangan bupati dan wakil bupati lainnya.

    Marianus Sae mengatakan saat kampanye untuk periode kedua, pasangannya menjanjikan tiga program unggulan yang akan diwujudkan jika terpilih kembali. Tiga program sederhana itu yakni, (1) Zala siro saro atau jalan simpang siur, (2) Wae gebo gabho atau air meluap-luap, dan (3) Dara rilo ralo atau Listrik terang benderang.

    “Kami sudah lama merencanakan ingin bertemu Pak GM untuk  membicarakan apa yang Pemda bisa lakukan agar masyarakat di Ngada nikmati terang benderang, maksudnya semua masyarakat bisa menikmati listrik. Tetapi begitu pak GM datang ke sini, kami seperti mendapat durian runtuh,” ujar Marianus yang disambut anggukkan Paulus Soliwoa.

    Marianus menambahkan, dia akan membicarakan dengan DPRD untuk menyiapkan anggaran pendukung di APBD, misalnya membangun jaringan listrik yang disesuaikan dengan regulasi sebagaimana dilaksanakan oleh PLN. Pemerintah Ngada akan mempelajari regulasi yang memungkinkan adanya kerja sama PLN dan Pemda, termasuk jika nanti dihibahkan kepada PLN yang akan mengoperasikannya. Ketua DPRD Ngada yang juga hadir di ruangan itu juga merespon bupati dengan mengangguk.

    General Manager PLN Wilayah NTT, Richard Safkaur, menyambut positif gagasan Bupati Ngada tersebut. Richard mengatakan program PLN memang membutuhkan dukungan dan kerja sama dengan pemerintah daerah, misalnya dalam pengurusan perijinan, penyediaan lahan atau melakukan sosialisasi program PLN.

    “Sikap antusias bapak bupati, sudah menjadi suatu dorongan positif bagi kami dalam pelaksanaan program PLN, terutama di Kabupaten Ngada, dengan mengikuti regulasi yang ada,” tambah Richard yang dibenarkan Bupati Marianus.

    Tim PLN melakukan sosialisasi pengembangan potensi geothermal PLTP Mataloko di aula Kantor Bupati Ngada, di hadapan pemerintah daerah kabupaten Ngada dan tokoh adat setempat. Saat ini, lokasinya menjadi Desa Ulubelu, Kecamatan Golewa. Berdasarkan SK menteri ESDM No. 4824k/30/MEM/2015, PLN ditugaskan melakukan pengembangan PLTP Mataloko sebesar 2x10 MW yang ditargetkan akan COD tahun 2019.

    Richard Safkaur menambahkan di sekitar sumur existing PLTP Mataloko terdapat 63 MW cadangan terduga. Saat ini beban puncak di Sistem Ngada sebesar 5,5 MW pada malam hari yang disuplai dari PLTD Faobata dan PLTP Mataloko.

    PLN melalui UIP XI UPK 3 tengah membangun Gardu Induk dan transmisi 150 kV dari Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat hingga Larantuka, Kabupaten Flores Timur. Transmisi eksisting adalah 70 kV dari PLTU Ropa menuju Ende dan PLTU Ropa menuju Maumere. Khusus di daerah Kabupaten Ngada sendiri terdapat 50 tower yang sedang dikerjakan.***

     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.