• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Rabu, 20 Juni 2018

     

     
    Home   »  Regional
     
    Undana Kupang Buka Program Studi Tenun Ikat
    ALBERT VINCENT REHI | Kamis, 03 Maret 2016 | 17:08 WIB            #REGIONAL

    Undana
    Pembantu Rektor 1 Undana Kupang, Dr. David Pandie, MS

     
    KUPANG, FLOBAMORA.NET - Undana Kupang membuka Program Studi (Prodi) Tenun Ikat mulai tahun 2016. Salah satu keunggulan baru yang tidak boleh diabaikan begitu saja.

    Aadalah Saleh Husin, Menteri Perindustrian RI di era Presiden Joko Widodo, yang melontarkan  sebuah gagasan bernas plus tantangan. Seminggu setelah ia dilantik dan menjadi menteri dalam jajaran Kabinet Kerja., Saleh Husin meminta Pemprov NTT dan Undana membuka program studi (Prodi) tenun ikat.

    Bagai gayung bersambut. Gagasan Menteri Perindustrian Saleh Husin mendapat respons positif Rektor Undana, Prof. Ir. Fredrik Lukas Benu, M.Si, PhD. Gagasan bernas tersebut lalu ditindalanjuti Undana bersama Pemerintah Provinsi NTT melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan.

    “Pengusulan program studi di Undana sebagai upaya perluasan dan memberikan kesempatan kepada masyarakat masuk Perguruan Tinggi Negeri. Dalam rangka perluasan sesuai program strategi Rektor, ada tiga prodi baru yang diusulkan yakni Stara 2 Perikanan, Strata 3 Ilmu Hukum dan Diploma 3 Tenun Ikat. Pengusulannya sudah sampai pada tahap terakhir. Kita tinggal menunggu keputusan Kemenristek Dikti melalui Direktur Kelembagaan yang memproses ini. Mudah-mudah Bulan Maret sudah ada hasilnya,” tutur Pembantu Rektor (Purek) 1 Undana, Dr. David Pandie, MS di Kupang.Kamis (3/3).

    Mengapa tenun ikat? David berargumen, tenun ikat adalah hal spesifik di NTT. Pengusaulan ini tidak lepas dari permintaan Menteri Perindustrian yang adalah anak daerah NTT setelah melihat potensi untuk pengembangan dan pelestarian tenun ikat. Perguruan Tinggi mengambil peran untuk itu yakni melestarikan, mempromosikan dan mengembangkannya  baik dari sisi pembelajaran maupun pengembangan teknologi.

    Ini juga berdasarkan MoU antara Kementerian Perindustrian, Pemprov NTT dan Undana serta sejumlah sanggar tenun ikat yang berfungsi sebagai tempat belajar. Karena ini adalah Diploma 3 maka dia adalah program studi vokasi, sehingga lebih banyak keterampilannya yang diajarkan.

    “Mungkin ini yang kita ambil peran sebagai wujud tanggung jawab dalam mengembangkan tenun ikat dari aspek ilmu pengetahuan, ekonomi dan pelestarian kultur kepada generasdi muda. Pasalnya, sekian lama kita sosialisasi tentang regenerasi tetapi berkembang secara alamiah. Tetapi bagaimana proses regenerasi juga bisa dilakukan  melalui pendidikan formal khususnya melalui perguruan tinggi,” jelasnya.

    Di sisi lain, Undana memilik tanggung jawab terhadap keunggulan ini. Pasalnya, sekarang ini tenun ikat sudah menjadi branding. Malah para pemimpin dunia pada beberapa kesempatan mengenakan tenun ikat asal NTT. Tenun ikat sudah sampai pada level tertinggi.Sayang, jika kita sendiri tidak melestarikan warisan yang sangat berharga tersebut. Kita perlu membangun spirit kebanggaan, bahwa tenun ikat yang kita miliki sangat luar biasa.

    Mulai tahun ini, jika izin sudah diteken, Undana sudah menerima mahasiswa baru Prodi tenun ikat, cantolannya ke Fakultas Sains dan Teknologi. Karena ini program studi vokasi, akan ada kombinasi ilmu dan keterampilan. Mungkin keterampilannya lebih banyak. Untuk itu Undana akan bekerja sama dengan sanggar –sanggar tenun ikat supaya mahasiswa banyak praktik di sanggar-sanggar tersebut. Lantas, diharapkan ke depannya, bisa dikembangkan penelitian.

    Soal keberagaman motif tenun ikat yang dimiliki dan bagaimana men-take offer ke ranah ilmu. secara teknis tentu sudah terpikirkan. Bahkan di kurikulum juga sudah mengakomodasi keragaman ini, sehingga dikumpulkan di sana, agar bisa memberikan pengenalan kepada mahasiswa tentang keragaman tenun ikat. “Apa yang kita buat adalah bagian dari sebuah inovasi dan mengharapkan kemitraan, sebagai kunci penyelenggaraan program studi ini. pengajar juga akan didatangkan dari Polteknik Tekstil Bandung,” paparnya.

    Setelah mendapatkan legalitasnya, Undana segera mempromosikan Prodi baru ini ke masyarakat dengan pemerintah daerah sebagai ujung tombaknya untuk mengajak anak-anak kita yang berminat untuk  mendalami tenun ikat. Nanti akan ada MoU dengan para bupati dan walikota, sehingga penerimaan mahasiswanya bisa bersifat special, tidak sama seperti program lain.

    Keanekaragaman tenun ikat yang ada di NTT merupakan indikasi geografis daerah ini. Dengan beraneka ragamnya tenun ikat ini akan mendorong menjadi identitas NTT dan merupakan keunggulan kooperatif dari Undana.

    Dalam hal perkembangan industri tenun ikat diharapkan pemerintah harus bersinergi dengan perguruan tinggi di daerah ini. Universitas Nusa Cendana Kupang sudah memulainya.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.