• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Kamis, 26 April 2018

     

     
    Home   »  Regional
     
    Pro Kontra Lahan Industri Garam di Mbay
    ANA DEA | Jumat, 04 Maret 2016 | 13:21 WIB            #REGIONAL

    Pro
    Patris Lali Wolo

     
    KUPANG, FLOBAMORA.NET - Industri garam yang diprediksi bisa mengurangi impor garam dalam negeri, ada di Mbay, Nagekeo, PT Cheetham Salt Indonesia sudah bersedia melakukan investasi. Tapi kendala paling serius adalah lahan. Masih ada pro kontra.

    Pemerintah Kabupaten Nagekeo dan PT Cheetham Salt Indonesia diperhadapkan dengan persoalan lahan pun belum  terpecahkan untuk pengembangan industri garam di daerah itu.

    Bupati Nagekeo Elias Djo yang dihubungi dari Kupang, Jumat (4/3) mengatakan, untuk lahan seluas 65 hektare yang diperuntukkan bagi pengembangan garam lokal tidak ada masalah. Lokasinya sudah ambilalih PT Cheetam Salt Indonesia kerja sama dengan masyarakat.

    “Yang jadi masalah adalah di lahan seluas 1.013 hektare untuk garam industri. Kita masih terbentur masalah lahan dengan masyarakat pemegang hak ulayat,” katanya.

    Menurutnya, hasil penelitian PT Cheetham Salt Indonesia membuktikan Mbay di Kabupaten Nagekeo, Nusa Teggara Timur, menjadi lokasi terbaik dari sekian banyak lokasi yang sudah diteliti untuk pengembangan garam industri di Indonesia.

    Dia menjelaskan, PT Cheetam membutuhkan lahan sekitar 1.000 hektare guna mengembangkan garam industri, karena selama ini pemenuhan garam industri di Indonesia didatangkan dari Australia, 2 juta ton per tahun. Jika kepastian lahan di Mbay sudah clear, perushaan itu sudah siap mengembangkan tambak dan industri garam dengan produksi awal 250.000 ton per tahun, sehingga bisa mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap garam impor.

    Memang ada dua lokasi 1013 hektare juga mengalami kendala sangat serius, meski sudah dilakukan sosialisasi berulang kali. “Saya optimis untuk tambak garam tidak semudah membalikkan telapak tangan, karena ruwetnya persoalan,” kata Bupati Elias.

    Salah satu penyebab belum tuntasnya masalah tanah untuk pengelolaan garam industri di Kabupaten Nagekeo adalah belum ada kepastian terkait sistem bagi hasil dari usaha industri dimaksud.

    Anggota DPRD NTT, Patrianus Lali Wolo, mengatakan, beberapa waktu lalu dia bertemu sejumlah warga Desa Nggolonio. Dari pertemuan tersebut, jelas dia, diketahui kalau masih ada pro-kontra di antara warga masyarakat terkait tanah ulayat yang lokasinya jadi tempat pengembangan industri garam.

    Hal ini, menurut dia, disebabkan karena pemerintah dan perusahaan belum menyampaikan secara transparan kepada masyarakat tentang hak yang diperoleh dari pengelolaan industri garam tersebut. “Kita harapkan pemerintah segera menyampaikan secara transparan hak yang didapat masyarakat terkait pengelolaan garam industri itu,” kata Patris.

    Anggota Fraksi PDI Perjuangan ini mengatakan, lahan di Nggolonio yang disiapkan untuk pengembangan garam industri cukup luas. Bahkan Pemda Nagekeo sudah siapkan lahan sekitar 1.200 hektar untuk PT Cheetam Garam Indonesia, yang akan mengelola garam industri di kabupaten itu.

    Walau lahan sudah disiapkan, sambung dia, tetapi sampai sekarang belum dilakukan pengolahan. Pasalnya, masih ada pro kontra di tingkat masyarakat. Dia malah mengingatkan, persoalan tanah harus segera diselesaikan dan pro-kontra di tingkat masyarakat harus segera dicarikan solusinya. Apalagi dukungan dana dari pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten terkait pengelolaan garam industri sudah ada.

    Karena itu, Pemda Nagekeo diharapkan segera mencari solusi terbaik dan mempercepat sejumlah persoalan di lapangan sehingga pengembangan garam industri mulai beroperasi tahun ini. “Apakah kita hanya sampai pada tahap persiapan lahan yang pada akhirnya hilang karena tidak jelas kapan masalah yang ada diselesaikan?” tanya Patris, retoris. (Baca juga Jalan Panjang Rencana Pembangunan Waduk Lambo))

     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.