• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Rabu, 17 Oktober 2018

     

     
    Home   »  Nasional
     
    Dukung Ahok, NasDem Hormati Beda Pendapat Partai Lain
    ANA DEA | Rabu, 09 Maret 2016 | 12:27 WIB            #NASIONAL

    Dukung
    Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.

     
    JAKARTA - PDI Perjuangan tak mengizinkan Djarot Saiful Hidayat mendampingi Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang maju lewat jalur independen di Pilgub DKI 2017. Djarot menyebut partainya berkeinginan untuk mengajukan calon sendiri.

    Djarot juga meminta agar partainya tidak disamakan dengan NasDem yang lebih dulu mendukung calon independen dalam Pilgub DKI 2017. Menyikapi pernyataan Djarot, Ketua DPD DKI NasDem Bestari Barus mengaku tidak mempermasalahkan pendapat partai lain.

    "Biasa saja, tidak tersinggung. Kita tidak memikirkan itu, kita hargai dan hormati partai-partai lain yang punya kebijakan ataupun pendapat berbeda," ujar Bestari, Selasa (8/3/2016) malam.

    Bestari mengatakan, partainya tetap mendukung pilihan Ahok untuk maju independen. Sikap partainya konsisten.

    "Kita konsisten dukung Ahok. Kita konsen saja mendukung," kata Ketua Fraksi NasDem di DPRD DKI ini.

    Ia bahkan setuju dengan langkah Ahok menggaet Heru Budi Hartono. Menurutnya, jika Ahok menilai kinerja Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) DKI baik maka tidak ada masalah.

    "Enggak ada masalah selama dia dianggap Pak Ahok oke, enggak ada masalah," katanya.

    Sebelumnya, Djarot tak jadi mendampingi Ahok untuk Pilgub DKI 2017. Ia pun akan menaati mekanisme internal partainya. Tak bisa tiba-tiba Djarot mengucap cagub yang akan diusungnya bila DPP PDIP belum memutuskan. Namun demikian, Ahok sudah mantap menyatakan akan maju ke Pilgub lewat jalur independen. Djarot menghargai pilihan Ahok itu.

    "Ini bukan dagang, bos. Ini masalah prinsipiil, tata kehidupan pemerintah dan perpolitikan Indonesia. PDIP disamakan dengan Partai NasDem, beda. Sangat beda. Masing-masing partai punya karakter sendiri. PDIP bukan partai kemarin sore," ujar Djarot di Balai Kota.

     

    URL SUMBER
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.