• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Minggu, 19 Agustus 2018

     

     
    Home   »  Regional
     
    Seorang Pekerja Tersengat Listrik 20.000 Volt
    ALBERT VINCENT REHI | Kamis, 10 Maret 2016 | 13:24 WIB            #REGIONAL

    Seorang
    Lokasi Pemasangan Baliho dan Barang Bukti/(Foto: Humas PLN Wilayah NTT)

     
    KUPANG, FLOBAMORA.NET- Seorang pekerja tersengat listrik dari kabel udara tegangan menengah (KUTM) 20.000 volt (20 Kv)saat memasang baliho di atap Toko Bintang Rejeki, Jalan Cako Doko, Kelurahan Oetete,
    Kupang.

    Pekerja yang tidak disebutkan namanya tersebut dilarikan ke rumah sakit Bhayangkara Kupang guna mendapatkan perawatan intensif.

    General Manager PT PLN Wilayah Nusa Tenggara Timur Richard Safkaur di Kupang, Kamis (10/3) mengatakan musibah terjadi 7 Maret lalu mengakibatkan listrik di Jalan Tom Pello hingga WJ Lalamentik mati.

    Richard menyangkan terjadinya musibah tersebut karena pemasangan baliho atau iklan di luar ruangan tidak berkoordinasi dengan PLN.

    “Hal-hal yang perlu menjadi perhatian dalam pemberian perizinan iklan luar ruang dari Pemerintah Kota Kupang dan daerah lainnya antara lain, mengatur jarak antara konstruksi baliho dengan jaringan PLN harus jarak aman,” kata Safkaur.

    Jika tidak pada jarak aman, lanjut Safkaur, risiko pada saat pemasangan iklan bisa membahayakan nyawa pekerja. Pekerja bisa terkejut dan terjatuh dari ketinggian yang bisa berakibat luka parah hingga meninggal dunia. Akibat lainnya, berdampak juga pada listrik padam satu penyulang. “Hal ini agar menjadi perhatian semua pihak yang berkepentingan,” tandas Safkaur.

    Safkaur minta semua unit PLN di kota dan kabupaten segera menyurati pemerintah daerah setempat agar berkoordinasi juga dengan PLN dalam mengeluarkan izin pemasangan iklan luar ruang seperti baliho.

    Dalam dokumen perizinan mencantumkan kalimata yang menyebutkan saat pemasangan iklan atau reklame di ketinggian, terutama bila dekat dengan jaringan listrik SUTM 20 kV, pekerja harus menggunakan alat pelindung diri, seperti sabuk, helm, sepatu, kaca mata panas, dan lain-lain sesuai aturan K3 (Keamanan dan Keselamatan Kerja).

    Richard mengatakan di Kota Kupang sudah banyak kejadian pekerja terkena strom tegangan 20 kV saat memasang iklan luar ruang, seperti baliho. Kejadian itu menyebabkan korban mengalami cedera berat hingga
    meninggal dunia dan membuat listrik padam.***

     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.