• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Rabu, 21 November 2018

     

     
    Home   »  Nasional
     
    Jokowi: Kami Tidak Takut, Pembangunan akan Tetap Berjalan
    ANA DEA | Jumat, 18 Maret 2016 | 08:21 WIB            #NASIONAL

    Jokowi:
    Presiden Indonesia Joko Widodo bersama Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meninjau pembangunan Jalan Tol Cisumdawu, Kamis (17/3/2016). Dokumentasi Pusat Komunikasi Publik Kementerian PUPR

     
    SUMEDANG - Pembangunan Trans Papua memakan korban. Sebanyak empat pekerja PT Modern yang mengerjakan proyek pembangunan jalan dari Sinak ke Mulia di Kabupaten Puncak Jaya tewas tertembak.

    Keempatnya ditembak kelompok bersenjata di Desa Agenggen, Daerah Sinak, Kabupaten Puncak pada Selasa (15/3/2016) siang sekitar pukul 13.45 WIT.

    Menanggapi hal tersebut, Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang ditemui di sela kunjungannya ke lokasi proyek pembangunan Tol Cisumdawu pada Kamis (17/3/2016), mengatakan kejadian itu tidak akan menghambat pembangunan di Papua.

    "Tentunya kami sangat berduka. Tapi pembangunan akan tetap berjalan. Kami tidak takut dengan hambatan yang terjadi," sebut Jokowi.

    Sebelumnya, lanjut Jokowi, juga sempat ada penyanderaan, namun bukannya menghambat justru makin membuat pembangunan di Papua terus berlanjut.

    Pembangunan di Papua dinilai sangat penting oleh Jokowi. Oleh karena itu, dia meminta pihak keamanan untuk memperketat penjagaan di lokasi pembangunan.

    "Saya sudah perintahkan semua tim keamanan untuk meningkatkan kekuatannya di sana. Meningkatkan penjagaan. Supaya pembangunan terus berlanjut. Kawal terus pembangunan yang dilakukan," jelasnya.

    Selain menembak mati empat orang, kelompok bersenjata tersebut juga membakar satu eskavator dan bulldozer yang digunakan untuk pembangunan Jalan Trans Papua.

    Pimpinan PT Modern Cabang Jayapura, David Johan saat ditemui mengatakan, pihaknya akan mengatur pemberian santunan bagi para korban.

    "Rencananya Yohanis, salah satu korban, akan diterbangkan ke kampung halamannya di Toraja, Sulawesi Selatan dan tiga korban lainnya dimakamkan di Kampung Tablasupa, Kabupaten Jayapura," kata David.

    Dia menuturkan, para korban telah bekerja untuk pembuatan jalan Sinak ke Mulia sejak tahun 2015 lalu.

    "Total jalan yang dikerjakan sepanjang 40 kilometer. Namun, kami hanya mengerjakan sepanjang 4 kilometer pada tahun ini. Pasca kejadian ini, kami masih menanti instruksi dari kantor pusat untuk kembali mengerjakan proyek itu," ujar David.

    Juru bicara OPM, Sebby Sambom menyatakan, pihaknya berada di balik aksi penembakan empat pekerja PT Modern.

    "Kami berharap dengan aksi ini pemerintah Indonesia dapat membuka jalur dialog untuk membicarakan kemerdekaan Papua," ungkap Sebby.

     

    URL SUMBER
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.