• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Rabu, 18 Juli 2018

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Makna dan Nilai Empat Pilar Kehidupan Berbangsa Mulai Pudar
    ALBERTO | Senin, 24 Februari 2014 | 21:57 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Makna
    Anggota DPR RI, Yoseph Nae Soi

     
    Oelamasi, Flobamora.net – Makna dan nilai-nilai dari Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika yang dikenal dengan sebutan empat pilar kehidupan berbangsa saat ini mulai pudar, bahkan mulai jauh dari kehidupan kawula muda Indonesia.

    Hal ini dikatakan anggota DPR RI Fraksi Golkar, Yoseph Nae Soi saat membawakan materi pada acara sosialisasi empat pilar kehidupan berbangsa dan bernegara MPR RI, Senin (24/2) di Aula Jerman Tarus, Kabupaten Kupang.

    “Sosialisasi empat pilar kebangsaan sekarang ini sangat relevan karena saat ini banyak anak muda kita tidak tahu apa itu empat pilar kebangsaan,” kata Nae Soi didampingi calon anggota  DPR RI asal Partai Golkar, Imanuel Blegur dan Ketua DPD Golkar Kabupaten Kupang, Jerry Manafe.

    Menurutnya, empat pilar kebangsaan itu penting sekali karena banyak yang tahu judulnya saja tetapi tidak dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Padahal jika mengerti dengan baik maka empat pilar tersebut sebenarnya mau mengatakan bahwa semua masyarakat Indonesia itu sebenarnya satu, dari Sabang sampai Merauke maupun dari Talaud sampai Pulau Rote.

    Pilar pertama, Pancasila, jelas Nae Soi, dapat dilihat dari kehidupan masyarakat Indonesia itu sendiri, apakah dia beragama atau tidak.

    “Negara Indonesia adalah Negara demokrasi tetapi jika tidak diatur denganbaik maka akan berubah menjadi kumpulan manusia-manusia srigala yang bisa memakan sesamanya sehingga demokrasi harus ditata dengan baik dan salah satunya adalah dengan melakukan sosialisasi empat pilar kebangsaan ini,” paparnya.
     
    Dia menjelaskan, dalam Pancasila itu terdapat lima sila yang mana sila pertamanya berbunyi Ketuhanan Yang Maha Esa. Sila pertama ini sesungguhnya mau menegaskan kalau semua masyarakat Indonesia itu harus beragama. Kemudian sila kedua, Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab terkandung makna harus saling menghormati, bersikap adil dengan sesame apapun profesi orang tersebut.

    Sila ketiga Persatuan Indonesia, jelas Nae Soi lagi, mengandung makna masyarakat Indonesia harus bersatu dan tidak boleh bercerai-berai. Sedangkan sila keempat, kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan mengandung makna musyawarah untuk mufakat.

    “Musyawarah untuk mufakat merupakan penjabaran dari sila ketiga yakni suara rakyat adalah suara Tuhan,” tandasnya.

    Sedangkan sila Keadilan Sosial, sebut Nae Soi merupakan hasil akhir dari Pancasila. Sebab dengan bersatu maka ada keadilan sosial yang bermuara pada kesejahteraan sosial.

    Untuk pilar UUD 1945, Nae Soi mengatakan, kedaulatan rakyat harus menjadi yang tertinggi. Karena itu dikenal istilah suara rakyat adalah suara Tuhan dan lembaga-lembaga Negara sekarang bukan merupakan lembaga tertinggi lagi sebab suara rakyatlah yang harus menjadi nomor satu.

    Kemudian semua warga Negara harus tunduk pada hokum walaupun dalam pelaksanaanya Nae Soi mengakui belumlah sempurna. Lalu hak asasi manusia yang dibatasi dengan kewajiban asasi manusia kepada orang lain dan yang tidak kalah penting adalah pendidikan.

    “Tanpa pendidikan masyarakat kita tidak dapat bersaing dengan Negara lain sehingga pendidikan harus diprioritaskan,” katanya.
     
    Hadir dalam kesempatan ini pengurus Golkar dari berbagai desa dan Kecamatan di Kabupaten Kupang. Acara sosialisasi diakhir dengan pengisian quisioner seputar pengetahuan soal empat pilar kehidupan kebangsaan.***

     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.