• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Kamis, 15 November 2018

     

     
    Home   »  Ekonomi & Investasi
     
    Pemerintah Berencana Bangun Pelabuhan Ferry di Pulau Besar
    ALBERT VINCENT REHI | Rabu, 30 Maret 2016 | 13:04 WIB            #EKONOMI & INVESTASI

    Pemerintah
    Kadis Perhubungan NTT, Richard Djami

     

    KUPANG, FLOBAMORA.NET - Sesuai rencana, pada tahun ini pemerintah akan melakukan studi analisa dampak lingkungan (Amdal) di Pulau Besar dan Pulau Pemana Kabupaten Sikka terkait pembangunan pelabuhan ferry di dua pulau tersebut. Rencana ini sebagai bagian dari komitmen pemerintah mewujudkan program Tol Laut.

     

    Kepala Dinas Perhubungan NTT, Richard Djami kepada wartawan di Kupang, Rabu (30/3) menjelaskan, hasil studi amdal yang dilakukan itu akan dipresentasikan ke pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Perhubungan. Jika disetujui, maka akan dilanjutkan dengan kegiatan survei investigasi desain (SID).

     

    “Hasil SID ini yang akan mengisyaratkan dua pelabuhan itu dibangun atau tidak. Tapi kalau pemerintah memberi lampu hijau, maka siap bangun,” kata Richard.

     

    Menurut mantan Kepala Dinas Kominfo NTT ini, syarat yang diberikan pemerintah pusat untuk membangun satu pelabuhan adalah kepastian lahan tanah. Artinya, tanah yang hendak dibangun itu harus ada sertifikat kepemilikan. Jika tanahnya bermasalah, pemerintah pusat tidak akan merespon usulan pembangunan pelabuhan di suatu wilayah.

     

    “Kita sudah selesai bangun pelabuhan ferry di Kewapante, Kabupaten Sikka karena status tanahnya tidak ada masalah,” ujar Richard.

     

    Selain rencana membangun pelabuhan, lanjutnya, pemerintah juga rencana membuka rute penyeberangan ke wilayah Barat Pulau Flores. Rute penyeberangan yang hendak dibuka seperti Flores ke Sulawesi atau Surabaya. Namun ini tentunya harus didukung dengan jenis kapal yang akan melani rute pelayaran dimaksud.

     

    Terkait hal ini, dalam pertemuan pemerintah provinsi yang dipimpin langsung Gubernur Frans Lebu Raya dengan Komisi V DPR RI, diusulkan pengadaan kapal- kapal penyeberangan berkapasitas hingga 2 GT (Gross Tone) untuk mengantisipasi musim barat yang selama ini selalu mengganggu pelayaran.

     

    Anggota DPRD NTT, Oswaldus menyampaikan, jika pelabuhan ferry di Kojadoi, Pulau Besar sudah dibangun, maka akan menghubungkan Pulau Flores umumnya dan pulau- pulau kecil pada khususnya. Dengan hadirnya pelabuhan di suatu wilayah, tentunya membuka akses dan pertumbuhan ekonomi karena perputaran uang cukup besar dan membuka perdagangan antardaerah.

     

    “Dengan sudah selesai dibangunnya pelabuhan ferry di Namangkewa, Kewapante, diharapkan bisa membawa pertumbuhan baru dan menjadi akses perdagangan di Utara Flores,” tandas Oswaldus.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.