• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Minggu, 20 Mei 2018

     

     
    Home   »  Iptek
     
    Api dan Peradaban Manusia
    YOHANES LANGGAR BILLY | Rabu, 30 Maret 2016 | 22:09 WIB            #IPTEK

    Api
    Dok Web

     

     Flobamora.net – Dipercayai bahwa peradaban manusia dimulai pada waktu manusia pertama kali bisa menghasilkan api dan menguasai api untuk kepentingan manusia itu sendiri. Sebelumnya, api dipandang sebagai sesuatu yang mengerikan dan membawa kehancuran.

     

    Tetapi kemudian, seiring dengan berjalannya waktu, manusia di berbagai belahan dunia mulai memahami bahwa api dapat memberikan kehangatan kepada mereka tetapi juga mendatangkan kesakitan.

     

    Lambat laun, manusia yakin bahwa api yang kecil dan yang mampu dikuasai bisa membuat lingkungan manusia lebih nyaman khususnya ketika udara dingin dan membantu manusia melihat dalam kegelapan. Dan, di mana terdapat perapian, di situ menjadi tempat banyak orang berkumpul.

     

    Setelah itu, manusia memahami bahwa makanan yang dimasak rasanya lebih enak dan bisa bertahan lebih lama dibandingkan dengan makanan yang tidak dimasak. Api juga ternyata bisa digunakan sebagai senjata, baik untuk menyerang dan maupun untuk membela diri. Selain itu, api dapat dipergunakan sebagai alat dalam pengerjaan logam dan keramik.

     

    Selama berabad-abad, asal mula api hanyalah sebuah misteri. Api dapat dipindahkan dan ditransportasikan. Api dapat dibuat menjadi kecil dan menjadi besar, tetapi bila sudah padam, tidak dapat menyala kembali.  Satu-satunya cara untuk menghidupkan api lagi adalah dengan api yang lain, atau bila terjadi kilat.

     

    Dengan berkembangnya peradaban, api memiliki arti mistik, dan “Penjaga Api” di setiap kota atau masyarakat memiliki tempat penting karena dia memegang penguasaan atas api yang dapat dipakai untuk menyalakan sesuatu.

     

    Akhirnya – mungkin sekitar 500.000 tahun Sebelum Masehi – alat untuk menyalakan api ditemukan di hampir semua benua di dunia seperti di Eropa, Afrika, Asia, Australia, dan Amerika.  Ketika dilakukan eksplorasi pada abad keenambelas, pembuatan api sudah bisa disaksikan dihampir seluruh penjuru dunia walaupun catatan / data tentang ini baru ditemukan pada abad kesembilanbelas.

     

    Metode awal pembuatan api mencakupi berbagai teknik friksi seperti menggosok dua potong kayu secara bersamaan. Di Amerika Utara, orang-orang Iroquios dan Inuit (Eskimo) mendirikan alat-alat semacam bor yang bisa dipakai untuk menyalakan api dengan mudah.

     

    Langkah berikut dalam perkembangan api adalah penggunaan batu keras yang dipukulkan ke baja. Suku-suku bangsa di Asia Tenggara menemukan “seher api” yang lebih canggih, yang terdiri dari tabung bambu dan sebuah alat gosok yang keras yang digesekkan pada bambu.

     

    Dengan semakin mudah dikendalikannya, api berubah menjadi unsur penting dalam kehidupan manusia karena pentingnya api dalam memberikan efek panas dan manfaat pada kegiatan masak memasak, dan peran yang dimainkannya  dalam pengembangan di banyak penemuan berikutnya yang ikut membantu mendefinisikan peradaban manusia.


     

    URL SUMBER
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.