• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Rabu, 21 November 2018

     

     
    Home   »  Travel
     
    Pesona Unik Danau Nefokou
    ALBERT VINCENT REHI | Jumat, 01 April 2016 | 12:14 WIB            #TRAVEL

    Pesona
    Danau Nefokou

     

    MENGULITI potensi wisata di Kabupaten Kupang, seakan tak pernah habis. Kali ini kami mengajak Anda untuk mejelajahi Danau Nefokou. Danau yang terletak di Desa Apren, Kecamatan Amarasi.

     

    Jarak antara danau tersebut dengan Kota Kupang , ibukota Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sekitar 43 kilo meter. Danau ini terletak dalam kawasan Taman Hutan Raya Herman Johanes, yang dikelola oleh Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif  Provinsi NTT.

     

    Danau Nefokou ini banyak dikunjungi para wisatawan pada hari libur. Pengunjung pun bisa memancing ikan air tawar di danau ini. Jenis ikan air tawar yang  ada antara lain lele dumbo, ikan mujair, ikan gabus, belut, dan kerang.

     

    Dalam bahasa daerah setempat Danau Nefokou mempunyai arti “Danau Besar”. Ini terlihat dari luasnya danau yang mencapai satu hektare dengan kedalaman delapan meter dan dikelilingi oleh pepohonan besar dan rimbun.

     

    Wakil Bupati Kupang, Korinus Masneno, beberapa waktu lalu mengisahkan, tentang keunikan objek wisata Danau Nefokou tersebut. Keunikan suatu tempat wisata bisa saja timbul karena ceritanya tersendiri yang bersifat mistis atau kisah-kisah menarik yang telah diwariskan secara turun temurun. Namun Danau Nefokou, kata dia, indah bukan  hanya karena kisahnya, Keindahan Nefoko’uk justru karena keberadaannya yang sangat unik dan berbeda dengan objek wisata lainnya. 


    Masneno, menjelaskan, keunikan Danau Nefokou karena danau tersebut merupakan objek wisata alam. Ukurannya sangat besar dan merupakan satu-satunya danau di Wilayah Kabupaten Kupang. Danau ini sama sekali tidak memiliki satu mata air pun, namun airnya tidak pernah kering walaupun kemarau panjang. Selain itu suhu di pinggiran danau sangat dingin dan sejuk serta terasa sangat berbeda dengan objek wisata lainnya."Uniknya danau itu karena alamiah dan ukurannya sangat besar, selain itu cuacanya sangat sejuk dan dingin berbeda dengan cuaca di luar kawasan danau yang sangat panas," paparnya. 


    Pemerintah punya untuk mengembangkan danau tersebut dan diharapkan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya, sehingga mereka bisa  menjual hasil perkebunan yang beragam dan sangat potensial. Untuk itu, penataan Danau Nefoko’uk menjadi sebuah destinasi wisata andalan mutlak perlu.


    Anggota DPRD Kabupaten Kupang dari Dapil Amarasi, Anton Natun, menekankan hal yang senada. Menurutnya, keindahan alam Danau Nefokou harus dapat memberikan manfaat dan berkat bagi masyarakat setempat. Masyarakat harus didorong untuk memasarkan hasil pertaniannya di Objek wisata tersebut kepada para pengunjung yang datang berlibur atau berwisata. Selain itu, masyarakat setempat diminta untuk tetap menjaga kebersihan di sekitar lokasi serta menjaga keamanannya sehingga memberikan kenyamanan bagi para pengunjung. 


    Dia mengakui, Danau Nefokou saat ini belum tertata secara baik. Meski begitu, jumlah pengunjung makin meningkat, bahkan pada hari libur pengunjung membludak sampai 300 orang.

     

    Kepala Desa Apren, Ruben Bani, menjelaskan, wisatawan yang berkunjung ke Nefokou, sangat beragam, mulai dari keluarga yang berakhir pekan, pasangan muda-mudi, komunitas, juga wisatawan dari berbagai perguruan tinggi yang ada di Kota Kupang. Bahkan acapkali lokasi wisata yang satu ini menjadi tempat penyelenggaraan kegiatan mahasiswa seperti penutupan masa bimbingan (Mabim). “Sudah banyak mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi yang menyelenggarakan kegiatan di sekitar objek wisata ini  dan memilih bemalam di seputaran Danau Nefokou,” tuturnya 


    Kendati jumlah pengunjung ke Nefokou terus meningkat namun tidak memberikan dampak bagi peningkatan pendapatan desa. Pasalnya wisatawan ke danau tersebut tanpa dipungut karcis masuk alias gratis. Para pengunjung selama ini secara leluasa dan bebas menikmati keindahan alamnya bahkan memancing ikan-ikan yang ada di dalam Danau. Itulah sebabnya Kades Apren mengeluarkan kebijakan, melarang para pengunjung memancing di danau untuk sementara waktu. 

    Pada tahun 2003 lalu memang telah ada Peraturan Desa (Perdes) yang mengatur soal pengelolaan Danau Nefokou, termasuk mengatur soal karcis masuk. Sayangnya sampai saat ini Perdes tersebut belum diberlakukan, karena minimnya pemahaman masyarakat terkait kepariwisataan dan juga belum disosialisasi. 


    Kades Ruben , berencana untuk mensosialisasikan Perdes tersebut agar bisa diberlakukan bagi masyarakat sekitar dan terutama bagi pengunjung objek wisata Danau Nefokou. Nah, sebelum Perdes diberlakukan hal penting yang harus dilakukan adalah penataan objek wisata itu, sehingga lebih menarik lagi.

     

    Dia bahkan berterimakasih jika Pemkab Kupang ingin menata Danau Nefokou menjadi salah satu destinasi wisata. Bahkan jika memang Pemkab merealisasikan rencana tersebut, Pemerintahan Desa bersama masyarakat siap untuk mendukungnya dan juga akan berupaya untuk mengalokasikan dana Desa yang ada untuk mendukung pendanaan dalam penataan obyek wisata Danau Nefokou untuk menjadi destinasi wisata.

     

    Eklopas Nama, warga setempat menggambarkan Danau Nefokou, sebagai berkah bagi warga Desa Apren. Sebab isi perut danau itu ada aneka jenis ikan dengan jumlah yang sangat banyak. Bahkan sebelum ada larangan dari pemerintah desa, warga yang memancing di danau tersebut bisa membawa pulang ikan dalam jumlah yang sangat banyak.

     

    Malah, saat ini ada beberapa kelompok masyarakat (Pokmas) yang membangun usaha bersama budidaya ikan dengan menyimpan di danau Nefoko’u. Hasil budidaya ikan tersebut sebagian besar dijual atau dipasarkan ke Oesao, Kecamatan Kupang itu.

     

    Itulah sekilas gambaran tentang Danau Nefokou, danau besar  yang ada di Kabupaten Kupang. Keberadaannya tengah menunggu sentuhan kebijakan pemerintah agar bisa menjdi salah satu destinasi wisata di Kawasan Timor Barat.***


     

    URL SUMBER
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.