• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Kamis, 18 Januari 2018

     

     
    Home   »  Siapa & Siapa
     
    Urbanus Reko, SE : Dari Tukang Ojek ke Manajer
    ALBERT VINCENT REHI | Rabu, 06 April 2016 | 14:40 WIB            #SIAPA & SIAPA

    Urbanus
    Urbanus Reko, SE

     
    ADA sebuah ungkapan, sukses itu berawal dari sebuah perjuangan dan kerja keras. Seperti itulah yang dialami Urbanus Reko, SE, yang saat ini dipercayakan sebagai manajer Koperasi Kredit (Kopdit) Solidaritas Paroki Santa Maria Assumpta, Kota Kupang.

     

    Di tangan Urbanus, Kopdit yang semula berdiri atas prakarsa Komisi PSE DPP Santa Maria Assumpta ini telah memiliki asset sebesar Rp 46 miliar lebih dan satu tempat pelayanan di Oesao Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang  yang dimulai beroperasi tahun 2013 dengan jumlah asset sekitar Rp 600 juta.

     

    Tidak banyak yang tahu, jika manajer yang mampu mensejajarkan Kopdit Solidaritas dengan Kopdit lainnya di NTT ini dulunya seorang tukang ojek. ”Betul. Saya dulunya tukang ojek. Saya tidak malu mengakui ini. Ini adalah kenyataan hidup yang pernah saya alami,” kata Urbanus, Jumat, 1 April 2016 lalu.

     

    Dari latar belakang keluarga yang sederhana, sebetulnya Urbanus ingin langsung bekerja setelah kuliah. Makanya, ia memilih kuliah di Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen (STIM) Kupang. Dalam perjalanan kuliahnya, ia selalu berpikir bagaimana membiayai hidup dan tanpa merepotkan orang tua.

     

    Dengan tekad membaja, ia mencari pekerjaan di luar jam kuliah. Dan satu-satunya sumber pencarian yang mudah adalah menjadi tukang ojek.

     

    “Kuliah sambil ojek jadi tantangan saya dalam perjalanan hidup di Kota Kupang. Orang tidak mampu seperti saya, yang penting harus mampu membiayai diri sendiri. Apalagi dengan latar belakang orang tidak mampu, harus kuliah di Kupang,” ujarnya.

     

    Setelah menyelesaikan kuliah tahun 2001, profesi sebagai tukang ojek tetap digeluti demi memenuhi kebutuhan sehari-hari. Suatu saat, ia melamar bekerja di Kopdit Solidaitas sebagai tenaga lapangan dengan honor Rp 150.000/bulan.

     

    “Saya terima karena dalam pikiran saya bisa ojek sambil menagih uang koperasi di nasabah. Istilahnya, ojek sambil menagih. Memang berat, apalagi harus mengejar setoran untuk pemilik motor. Tetapi bagaimana kita memanfaatkan waktu demi menyelamatkan dua profesi berjalan sama-sama,” paparnya.

     

    Setelah tiga tahun yakni dari 2002-2005 menjadi petugas penagihan di Kopdit Solidaritas, akhirnya pada tanggal 16 Oktober 2005, ia dipercayai pengurus koperasi sebagai manajer.

     

    “Saya diangkat menjadi Manajer dengan anggota baru 250 orang dan aset yang dikelola baru mencapai Rp 566 juta, plus satu orang staf di kantor dan beberapa petugas lapangan (penagihan),” jelasnya.

     

    Jadi manajer, bukan lantas membuat ia duduk ongkang kaki, namun beban tugasnya pun semakin berat. Ia juga harus turun sebagai petugas lapangan demi membantu pengbambangan Kopdit yang berdiri pada tahun 1991 itu. Pada tahun 2006 pertumbuhan Kopdit Solidaritas kian maju. Dari anggota yang hanya 250-an orang, bertambah menjadi 2.300 anggota.

     

    “Itu anggota biasa. Kalau anggota luar biasa sudah mencapai 3.500 orang. Saya bersyukur, Kopdit Solidaritas sekarang sudah lebih maju karena produknya baik simpanan maupun pinjaman sangat membantu anggota,” ujarnya.

     

    Pemberdayaan Ekonomi

     

    Menurut Urbanus, ia adalah generasi ketiga di Kopdit Solidaritas. Seiring dengan perjalanan waktu, Kopdit ini mulai membuka diri atas saran Inkopdit di Jakarta, sehingga anggotanya tidak saja warga paroki tetapi warga dari luar paroki boleh bergabung menjadi anggota. Dengan mengusung misi pemberdayaan ekonomi masyarakat, Kopdit ini berkiprah membantu anggotanya yang kebanyakan tukang ojek, penjual ikan, tukang batu dan petani.

     

    Tahun 2007 lewat sebuah pemikiran yang inovatifnya,  Kopdit Soilidaritas bekerja sama dengan dealer sepeda motor di Kota Kupang yakni MPM Motor untuk memberikan kredit melalui koperasi.Ini didasari pada pemikiran untuk membantu para tukang ojek yang selama ini menggunakan sepeda motor milik orang. Yang disasar pertama adalah pangkalan ojek di Patung Kirab Remaja, kemudian pangkalan seputaran Jalan Bajawa dan Bundara PU.

     

    “Hasilnya, banyak tukang ojek yang terbantu. Dengan simpanan sebesar Rp 5 juta, mereka sudah punya sepeda motor. Selain mereka punya sepeda motor sendiri, pendapatan yang mereka peroleh untuk membayar kredit di koperasi lalu setiap tahun juga mendapat bagian dari sisa hasil usaha. Bahkan Kopdit juga membuka kesempatan pemberian kredit kepada anggota untuk membeli tanah dan membangun rumah,” jelasnya.

     

    Pengalaman serupa juga ada di wilayah pelayanan Oesao. Lewat Kopdit, banyak anggota yang kebanyakan petani sudah memiliki hand tractor, mesin perontok padi bahkan ada yang sudah miliki penggilingan padi sendiri.

     

    Sebagai sebuah Kopdit, Solidaritas terus tumbuh dan berkembang. Sampai akhir Maret 2016 jumlah anggotanya mencapai 3.931anggota dengan asset sebesar Rp 46 miliar. Dan yang menjadi penekanan adalah memaksimalkan pelayanan kepada anggota, sehingga kehadiran koperasi benar-benar membawa manfaat.

     

    Ke depan, Kopdit ini sudah punya road map, untuk melahirkan tempat pelayanan kas (TPK) baru yang dimulai di Tanini, Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang dan di Oetata, Kecamatan Kupang Timur. Lalu dalam perencanaan membuka TPK di Kecamatan Amarasi Timur, juga di Kabupaten Kupang. Sedangkan untuk luar Kupang, sudah ada embrio di Kabupaten Sumba Tengah dan Sabu serta Kabupaten Ende, khususnya di Kecamatan Maukaro dan Kota Baru. “Jika buka lagi di ketiga tempat itu, kami harus mereview Anggaran Dasar Kopdit Solodaritas sehingga bisa ekspansi keluar Kota Kupang,” ucapnya.    

     

    Itulah sepak terjang seorang Urbanus Sang Manajer yang punya motto hidup, cita-cita tanpa usaha dan kerja keras, adalah mimpi indah yang tidak mungkin menjadi kenyataan. Selamat menjalankan tugas dan pengabdian serta sukses selalu.***


     
      TAG:
    • khas
    •   
    •   
    •   
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.