• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Sabtu, 21 Juli 2018

     

     
    Home   »  Internasional
     
    China dan Rusia Murka Digoyang Skandal `Panama Papers`
    ANA DEA | Rabu, 06 April 2016 | 16:09 WIB            #INTERNASIONAL

    China
    Ukuran file Panama Papers dibanding bocoran-bocoran file sebelumnya, menjadikannya yang terbesar sepanjang sejarah jurnalisme investigasi. Panamapapers.sueddeutsche.de

     

    BEIJING- China kelam kabut menyambut beredarnya dokumen rahasia “Panama Papers”. Beijing langsung memperketat sensor di internet.

     

    Rusia pun menyerang balik media Barat. Ironisnya isteri jurubicara Presiden Vladimir Putin ikut terlibat dalam skandal keuangan tersebut.

     

    Ketika dunia sedang gempar digoyang kebocoran data finansial terbesar dalam sejarah, China justru adem ayem saja.

     

    Selain sebuah laporan berbahasa Inggris di kantor berita pemerintah, Xinhua, tentang keterlibatan Selandia Baru dalam skandal itu, Panama Papers nyaris tak berdengung di China.

     

    Penyebabnya mudah ditebak. Beijing mengerahkan semua perangkat sensornya untuk melenyapkan dokumen Panama dari lanskap internet China.

     

    Sensor pemerintah setidaknya berlaku buat segala sesuatu yang mengaitkan anggota atau keluarga Politbiro pada skandal tersebut.

     

    Pasalnya selain Deng Jiagui, saudara ipar Presiden Xi Jinping dan dua anggota keluarga Komite Sentral, Zhang Gaoli dan Liu Yunshan, putri bekas Perdana Menteri Li Peng, Li Xiaolin, pun ikut  tercantum dalam dokumen rahasia itu.

     

    Serangan balik

    China sejatinya menghadapi masalah besar menanggulangi aliran dana ilegal ke luar negeri. Antara tahun 2002 hingga 2011 saja negeri “Tirai Bambu” itu kehilangan dana hitam sekitar 1,8 triliun dolar AS atau setara Rp 24.000 triliun.

     

    Jelas kurang menguntungkan buat Partai Komunis jika ada keluarga pejabat yang kedapatan ikut menilep harta ke luar negeri demi menghindar jerat pajak.

     

    Sebuah tabloid China, Global Times, buru-buru menurunkan editorial yang mengecam "kekuatan besar" di balik kebocoran dokumen Panama.

     

    Menurut media bercorak nasionalis itu, Panama Papers tidak lain adalah upaya barat menggembosi musuh-musuhnya, terutama Presiden Russian Vladimir Putin.

     

    "Informasi yang bersifat negatif terhadap Amerika Serikat selalu bisa diminimalisir, sementara informasi seputar pemimpin non-barat seperti Putin, selalu dipelintir," tulis mingguan yang diterbitkan oleh Harian Rakyat milik Partai Komunis itu.

     

    Rusia membantah

    Senada dengan China, Rusia menepis temuan dalam Panama Papers terkait Presiden Vladimir Putin. Juru bicaranya, Dmitry Peskov, mengatakan media-media barat sedang mengkampanyekan Putinfobia dan berusaha mengacaukan situasi di Rusia jelang pemilu.

     

    Dokumen Panama menyebut lingkaran terdekat Putin mendulang untung sebesar 2 miliar dolar melalui berbagai bisnis gaib yang dilakukan dari Panama.

     

    Kroni Kremlin antara lain mengakuisisi saham perusahaan-perusahaan besar Rusia.

     

    "Sudah jelas bahwa Putinfobia telah mencapai level di mana mustahil untuk berbicara hal yang positif tentang Rusia, dan sebaliknya mendorong orang untuk menjelek-jelekkan Rusia," tuturnya.

     

    Ironisnya, isteri Peskov termasuk dalam nama pengusaha Rusia yang menjadi klien firma hukum Mossack Fonseca. Tatiana Navka, bekas atlit seluncur es, memiliki sejumlah perusahaan cangkang di British Virgin Islands (BVI).

     

    "Isteri saya tidak pernah memiliki perusahaan offshore," kilah Preskov. "Jadi saya meragukan keabsahan klaim tersebut."


     

    URL SUMBER
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.