• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 20 Agustus 2018

     

     
    Home   »  Nasional
     
    NTT Zona Kuning Kelompok Radikal dan Teroris
    ALBERT VINCENT REHI | Kamis, 21 April 2016 | 13:43 WIB            #NASIONAL

    NTT
    Suasana Rapat Dengar Pendapat antara DPRD NTT dengan Kapolda NTT, Kepala BIN Daerah NTT dan Kasrem 161/Wirsakti Kupang di gedung dewan, Selasa (19/4) Foto : Humas Setwan DPRD NTT)

     

    KUPANG, FLOBAMORA.NET - Provinsi NTT sudah terkategori sebagai zona kuning pergerakan kelompok radikalisme, terorisme dan peredaran narkoba. Langkah antisipatif perlu dilakukan agar masyarakat tetap terlindung dan menekan masuknya organisasi terlarang melalui pesisir pulau-pulau di daerah ini.

    Wakil Ketua DPRD NTT, Alexander Take Ofong kepada wartawan di Kupang, Rabu (20/4) menjelaskan, sudah ditetapkannya NTT sebagai zona kuning itu mencuat dalam Rapat Dengar Pendapat antara DPRD NTT dengan Kapolda NTT, Kepala BIN Daerah NTT dan Kasrem 161/Wirsakti Kupang di gedung dewan, Selasa (19/4) sore. Rapat dengan pendapat itu dipimpin Ketua DPRD NTT, Anwar Pua Geno.

    Alex mengatakan, NTT menjadi daerah yang rawan terorisme karena terus menjadi incaran kelompok-kelompok penyebar paham radikal. Saat ini sudah teridentifikasi 18 kelompok radikal pendukung ISIS di Indonesia sudah mengincar NTT sebagai daerah basis atau transit. Tidak hanya itu, NTT juga menjadi tempat masuknya peredaran narkoba.

    “Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat menjadi pintu masuk penyebaran paham radikal karena berbatasan dengan NTB yang telah ditetapkan sebagai zona merah,” kata Alex.

    Dia menyatakan, menyikapi persoalan yang ada Forkompimda NTT harus rutin melakukan koordinasi untuk melakukan perlindungan terhadap masyarakat. Langkah preventif mesti dilakukan sedini mungkin, jangan sampai masyarakat sudah terkontaminasi dengan pengaruh-pengaruh paham radikalisme.

    Anggota DPRD NTT dari Fraksi PDI Perjuangan, Kristofora Bantang meminta TNI/Polri menempatkan personelnya di derah tujuan wisata dan semua pulau kecil yang ada di provinsi ini, terutama di Manggarai Barat.

    Penempatan personel ini, menurut Kristofora, sangat penting agar daerah tujuan wisata tetap aman dan masyarakat di pulau-pulau kecil tidak terpengaruh dengan hadirnya kelompok radikal. Jangan sampai terlambat melakukan tindakan antisipatif, pulau-pulau tersebut menjadi sarang hadirnya kelompok radikal di daerah ini.

    Selain itu, lanjut dia, bom ikan di taman laut, tepatnya di perairan Lembor Selatan, Kabupaten Manggarai Barat marak terjadi. Penangkapan ikan menggunakan bahan peledak itu bukan dilakukan oleh nelayan setempat, melainkan oleh nelayan dari luar daerah.

    Untuk hal ini, tindakan pencegahan harus dilakukan secara terpadu dengan melibatkan semua instansi terkait termasuk TNI dan Polri,” tegasnya.

    Kepala BIN Daerah NTT, Daeng Rosada menyampaikan, di Indonesia ada 18 kelompok ekstrem dan 15 di antaranya sudah berafiliasi dengan ISIS. Khusus di wilayah NTT, yang perlu diantisipasi adalah kelompok Khilafatul Muslimin pimpinan Ustad Muchtar Haryono dan terindikasi setiap hari Jumat sering mendatangkan para penceramah dari NTB.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.