• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Kamis, 18 Oktober 2018

     

     
    Home   »  Nasional
     
    Jokowi: `Wong` Bukan Duit APBD Kok Ribut
    ANA DEA | Rabu, 26 Februari 2014 | 09:06 WIB            #NASIONAL

    Jokowi:
    Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo naik ke dalam alat berat dalam peresmian pembangunan kembali monorel di Setiabudi, Jakarta Selatan

     

    Jakarta, Flobbamora.net - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo membantah terburu-buru melaksanakan groundbreaking atau peletakkan batu pertama proyek monorel di Jakarta. Dia menjelaskan bahwa proyek monorel sudah ada sejak era kepemimpinan sebelumnya.

    "Mau groundbreaking seribu kali juga enggak apa-apa. Wong ini bukan duit kita kok, bukan APBD, kok ribut," ujarnya di Balaikota pada Selasa (25/2/2014) sore.

    Pada eranya, Jokowi berniat membangun transportasi massal yang baik. Oleh sebab itu, dia menyetujui kelanjutan pembangunan monorel yang sempat mangkrak.

    Soal keberadaan PT Jakarta Monorel (JM) pada proyek itu, Jokowi mengaku tidak bisa berbuat banyak. Sebab, PT JM memang memiliki izin pembangunan yang resmi.

    "Gimana kalau kita berhentikan (izinnya) lalu diganti dengan pihak lain? Ya, pasti mereka gugatlah. Daripada gugat menggugat, bisa berpuluh-puluh tahun itu, makanya kita lanjutkan saja," ujarnya.

    "Pada perjalanannya mereka (PT JM) ngomong, 'Pak, kita mau kerja sama sama ini Pak'. Terserah, itu urusan kamu. Kalau saya mah enggak ada masalah asal kerjanya benar," lanjutnya.

    Terkait groundbreaking dimulai sebelum perjanjian kerja sama (PKS) antara Pemprov DKI dengan PT JM rampung, Jokowi menegaskan bahwa hal tersebut bisa dilaksanakan sambil berjalannya proyek. Menurutnya, hal itu bisa dilakukan fleksibel.

    Sebelumnya diberitakan, pengamat kebijakan publik Agus Pambagyo mempertanyakan mengapa groundbreaking monorel dilakukan sebelum PKS-nya rampung. Hal itu dianggap sebagai bentuk keteledoran Pemprov DKI Jakarta.

    Groundbreaking monorel di Jakarta atau yang resmi bernama Jakarta Eco Transport (JET), dilakukan pada 16 Oktober 2013 lalu. Proyek senilain Rp 15 triliun tersebut terdiri dari dua rute, yakni greenline dan blueline. Rute greenline memiliki panjang 11,5 kilometer dari Kuningan-Kuningan Sentral-Gatot Subroto-Senayan-Jalan Asia Afrika-Pejompongan-Karet-Dukuh Atas-Kuningan. Sedangkan blueline memiliki panjang 9,7 kilometer yang bakal membentang dari Kampung Melayu-Tebet-Kuningan-Kasablanka-Tanah Abang Roxy-Mal Taman Anggrek dengan penambahan jalur ke wilayah Jakarta Timur, yakni dari Pondok Kelapa-Sentral Timur dan Jakarta Barat, yakni ke Puri Indah.

     


     

    URL SUMBER
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.