• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 21 Mei 2018

     

     
    Home   »  Siapa & Siapa
     
    Dr. Yovita Anike Mitak, Harapan Kaum Perempuan Kota Kupang
    ALBERT VINCENT REHI | Senin, 25 April 2016 | 12:44 WIB            #SIAPA & SIAPA

    Dr.
    Dr. Yovita Anike Mitak, MPH

     

    TEGAS dan lugas. Itulah sosok Dr. Yovita Anike Mitak, MPH. Staf Ahli Gubernur NTT seperti tidak kehabisan stamina untuk maju sebagai salah satu kandidat Walikota Kupang periode 2017–2022. Pengalaman sempat gagal maju ke ajang Pilkada lima tahun lalu, rupanya menjadi cambuk baginya untuk terus melangkah.

     

    Dia punya satu tekad mulia dan niat dari dalam dirinya untuk membangun Kota Kupang untuk membangun ibu kota Provinsi NTT yang lebih baik dari sekarang.

     

    “Dengan niat ini saya mau maju sebagai Walikota. Hal yang saya pertimbangkan untuk mewujudkan niat itu adalah mengukur diri sendiri, bisakah saya membawa Kota Kupang menuju kota yang mandiri, sejahtera dan dinamis serta punya daya saing,” kata Nike, demikian ia biasa disapa, Jumat 22 April 2016.  

     

    Mantan Kepada Biro Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Setda Provinsi NTT ini menuturkan, pengalamannya di birokrasi selama 26 tahun cukup memberi bekal untuk lebih percaya diri, bahwa ia bisa memimpin Kota Kupang. Apalagi ia tumbuh dan berkembang di kota karang yang bertanah-tanah ini.

     

    Kemudian, latar belakang pendidikannya sebagai seorang dokter selain membawa pola pikirnya secara intelektual tetapi ia juga dididik menjadi seorang yang mempunyai jiwa melayani.

     

    Sosok perempuan yang cerdas dan bersahaja ini juga mendapat dukungan penuh dari suami tercinta dan ketiga buah hatinya serta keluarga besarnya sehingga bisa melangkah pasti dan siap menjadi pemimpin Kota yang menjadi barometer perpolitikan di Nusa Tenggara Timur.

     

    “Selain niat yang tulus, saya melihat demokrasi saat ini sudah semakin baik. Para pendahulu sudah berjuang dan meletakkan demokrasi di negeri ini dengan baik. Tugas kita adalah bagaimana merawat demokrasi itu. Tugas itu antara lain bagaimana kita bisa menyiapkan kader-kader potensial untuk menduduki jabatan sebagai pimpinan,” ujarnya.

     

    Dia menilai melalui Partai Politik demokrasi itu bisa tumbuh dan berkembang. Ini lantaran Parpol memiliki misi untuk menyiapkan kader-kader pemimpin masa depan bangsa ini.

     

    Kalau kali lalu ia sempat gagal melangkah ke putaran Pilkada karena tidak lolos akibat kurangnya dukungan parpol, kali ini maju mantan Direktur Rumah Sakit Johannes Kupang ini optiomistis bisa keluar sebagai kandidat dari parpol.

     

    Ia juga menjadikan masa lalu sebagai  pengalaman dan pengalaman adalah guru  terbaik. “Saya sudah berketetapan untuk maju lewat Parpol, karena Parpol adalah kendaraan politik. Pengalaman yang lalu tidak menjadi kendala dan membuat kita trauma, tetapi diharapkan tidak jatuh lagi pada hal yang sama. Itulah yang membuat saya terus bangun komunikasi dengan Parpol,” paparnya.

     

    Dia mengakui, sudah mendaftar ke beberapa parpol seperti Nasdem, Gerindra, PKB dan mungkin akan mendaftar ke Parpol lain jika membuka pintunya. Ia sendiri menghargai betul mekanisme di Parpol, sehingga terus menunggu apapun keputusannya.

     

    “Saya optimistis, bisa keluar sebagai kandidat Walikota Kupang,” ujar Nike yang merahasiakan dari Parpol mana, namanya diusung sebagai kandidat walikota.”Rahasia dong… Nanti juga akan tahu jika sudah waktunya,” kilahnya.

     

    Sebagai satu-satunya perempuan yang akan ikut meramaikan pentas Pilkada Kota Kupang tahun 2017, ia meminta dukungan dari kaum perempuan yang ada di kota ini. Saatnya mendobrak tradisi patriakal.

     

    Dia sendiri berharap kehadirannya memenuhi harapan masyarakat terutama kaum perempuan di kota ini. Ruang yang sudah disaipkan ini harus diisi. Perempuan harus mampu bersaing dengan para pria. Sekaranglah saatnya membuktikan diri, kalau perempuan juga bisa memimpion kota ini.

     

    “Kita tidak cukup dengan berteriak, tetapi harus mampu membuktikan diri bahwa perempuan sangat siap menjadi pemimpin. Di sini ada rasa tanggung jawab saya, lantaran masyarakat memberi kepercayaan kepada perempuan. Itulah keterpanggilan saya untuk siap maju. Malah, perempuan masih sedikit dan tidak banyak berminat,” tandasnya.

     

    Dia mengatakan, bersama kelompok kerja kaukus perempuan NTT pernah inventarisir perempuan yang ada di Kota Kupang untuk tampil sebagai calon pemimpin. Ternyata cukup banyak dan banyak yang mampu. Hanya saja, masih sedikit yang berani mendobrak tradisi ini.

     

    Selamat berjuang ibu dokter! Kota Kupang menanti jamahan lembut seorang perempuan, sehingga menjadikan kota ini menjadi lebih bermartabat di tengah degub kencangnya nadi perubahan.***


     
      TAG:
    • khas
    •   
    •   
    •   
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.