• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Kamis, 20 September 2018

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Hanura Tetap Kukuh Tolak Penyertaan Modal ke Bank NTT
    ALBERT R. | Rabu, 11 Desember 2013 | 14:19 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Hanura
    dok/flobamora.net

     
    Kupang, Flobamora.net - Fraksi Partai Hanura DPRD Nusa Tenggara Timur (NTT) menilai penambahan penyertaan modal pemerintah daerah kepada Bank NTT sebasar Rp 250 milyar dalam kurun waktu empat tahun ke dapan sangat tidak tepat.

    Pasalnya, ditengarai, penyertaan modal yang akan digelontorkan hanya untuk memenuhi rencana bank milik pemerintah itu untuk go publik tahun 2015 mendatang.

    "Pemerintah perlu mengkajinya secara  cermat, karena dana sebesar Rp 250 milyar nilai tidak  sedikit. Alangkah bagusnya, jika dana tersebut dialokasikan untuk kepentingan pembangunan di daerah ini," Sekretaris Fraksi Partai Hanura, Jimmi W.B Sianto di Kupang, Rabu (11/12).

    Menurutnya, sebelum pemerintah menambahkan dana untuk penyertaan modal, manajemen Bank NTT harus terlebih dahulu memaparkan tentang perkembangan kinerja bank tersebut dalam kurun waktu lima tahun terakhir khusus tentang perkembangan laba nersih, jum;lah bonus, jumlah kredit maupun jumlah kredit macet.

    Data tersebut, lanjutnya, sangat penting dan menjadi dasar pertimbangan bagi pemerintah sebelum menggelontorkan dana tambahan untuk penyertaan modalnya, karena jika dilihat dari sisi permodalan Bank NTT dinilai oleh BI sebagai bank yang sangat sehat.

    "Bank NTT sebetulnya tidak kekurangan modal, karena terdapat kasa menganggur dalam jumlah besar yang sejatinya dikucurkan kepada untuk kepentingan masyarakat usaha mikro kecil, menengah dan besar di daerah ini," tuturnya.

    Fraksi Partai Hanura, sambungnya, meminta penjelasan Bank NTT terkait julah modal yang masuk dari hasil penjualan obligasi yang diterbitkan pada tahun 2012 lalu dengan tingkat suku bunga 12 % per tahun. Karena secara pasti ada dana yang masuk ke kas Bank NTT.

    Kata Sianto, Fraksi Partai Hanura menilai sangat tidak pantas jika rakyat masih harus memberikan dana yang besar untuk penyertaan modal ke Bank NTT, sementara keuntungan yang masuk ke kas daerah untuk dinikmati kembali masyarakat belum begitu nyata.

    " Pemerintah daerah harus melakukan pengkajian yang lebih mendalam terhadap rencana tersebut, dengan melibatkan anilis independen untuk menilai kinerja Bank NTT, apakah bank itu masih sehat dilihat dari sisi keuangan dan manajemen," imbuhnya.*** (Risky)        

     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.