• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Rabu, 19 September 2018

     

     
    Home   »  Ekonomi & Investasi
     
    April 2016, NTT Alami Inflasi 0,04 Persen
    ALBERT VINCENT REHI | Senin, 02 Mei 2016 | 14:57 WIB            #EKONOMI & INVESTASI

    April
    Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Timur, Maritje Pattiwaellapia

     

    KUPANG, FLOBAMORA.NET - Setelah di bulan Maret 2016 lalu mengalami deflasi, pada April 2016, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengalami inflasi sebesar 0,04 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 124,61.


    Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Timur, Maritje Pattiwaellapia mengatakan itu saat menggelar jumpa pers dengan awak media di kantornya, Senin (2/5).


    Menurut Maritje, dari dua kota IHK di Nusa Tenggara Timur, Kota Kupang terjadi inflasi sebesar 0,09 persen dengan IHK 125,75 sedangkan Kota Maumere mengalami deflasi sebesar 0,29 persen dengan IHK 117,16 persen.


    "Inflasi terjadi disebabkan oleh naiknya indeks harga pada sebagian kelompok pengeluaran. Kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan indeks harga tertinggi terjadi pada kelompok bahan makanan yang naik sebesar 1,06 persen, yang diikuti oleh kelompok sandang yang naik 0,72 persen dan kelompok kesehatan yang naik sebesar 0,52 persen," ungkapnya.


    Dia menyebutkan, dari 82 kota sampel IHK Nasional, 5 kota mengalami inflasi dan 77 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Tarakan sebesar 0,45 persen dan terendah terjadi di Kota Banjarmasin dengan inflasi sebesar 0,04 persen. Sedangkan, deflasi terbesar terjadi di Kota Sibolga sebesar 1,79 persen, sedangkan deflasi terkecil terjadi di Kota Singaraja sebesar 0,06 persen.


    untuk Inflasi Tahun Kalender, lanjutnya, (Januari-April 2016) NTT sebesar -0,32 persen, Kota Kupang -0,32 persen dan Maumere -0,37 persen. Sedangkan inflasi year on year (April 2016 terhadap April 2015) Nusa Tenggara Timur sebesar 4,86 persen, Kota Kupang sebesar 5,06 persen dan Kota Maumere sebesar 3,42 persen.


    "Inflasi di Nusa Tenggara Timur terjadi karena adanya kenaikan indeks harga pada lima dari tujuh kelompok pengeluaran, dengan kenaikan indeks tertinggi terjadi pada kelompok bahan makanan, yang diikuti kelompok sandang dan kelompok kesehatan," ujarnya.


    Dia menjelaskan, Indeks Harga Konsumen (IHK) merupakan salah satu indikator ekonomi yang sering digunakan untuk mengukur tingkat perubahan harga (inflasi/deflasi) di tingkat konsumen, khususnya di daerah perkotaan.


    "Perubahan IHK dari waktu ke waktu menunjukkan pergerakan harga dari paket komoditas yang dikonsumsi oleh rumah tangga. Di Indonesia, tingkat inflasi diukur dari persentase perubahan IHK," tandasnya. ***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.