• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Selasa, 11 Desember 2018

     

     
    Home   »  Internasional
     
    Setelah Diperkosa Ayahnya, Gadis Malang Ini Dicambuki Para Tetua Adat
    ANA DEA | Rabu, 11 Mei 2016 | 09:46 WIB            #INTERNASIONAL

    Setelah
    Ilustrasi

     

    MAUJE JAWALWADI — Malang benar nasib gadis remaja berusia 13 tahun ini. Setelah menjadi korban pemerkosaan ayahnya, ia dicambuki bergantian oleh 10 tetua adat di kampungnya.

     

    Peristiwa itu direkam telepon genggam salah satu warganya, seperti dilaporkan Washington Post pada Selasa (10/5/2016), yang menginvestigasi kejadian itu di sebuah kampung di India.

     

    Awalnya gadis remaja itu ketahuan diperkosa oleh ayahnya. Ia pun dipanggil oleh enam tokoh masyarakat di kampung untuk dihakimi.

     

    Dengan berpakaian merah muda, gadis itu duduk di tanah di depan tetua kampung. Salah satu sesepuh marah besar dan menunjuk-nunjuk korban. Ia mengamuk dan berkata, “Gadis itu harus dihukum!”

     

    Seorang penduduk desa lalu mengikat pinggang gadis itu dengan tali, memegang salah satu ujung tali itu, dan mengacungkan salah satu ranting pohon ke udara.

     

    Gadis itu menundukkan kepalanya. Cambukan pertama mendarat di badannya, lalu disusul yang lain,  hingga semua 10 orang mencambukinya. Gadis remaja itu meraung-raung kesakitan.

     

    Orang-orang yang berkerumun di sekitarnya kemudian berkata, “Cukup, cukup!”. Namun, tidak ada yang bergerak untuk menghentikan pencambukan itu.

     

    Akhirnya pria terakhir melemparkan tongkatnya. Penyiksaan pun berakhir.

     

    Korban pemerkosaan dan penyiksaan massal oleh sesepuh kampung itu diperkirakan berusia 13 tahun, atau mungkin 15 tahun. Keluarganya pun tidak tahu pasti umur gadis itu.

     

    Perempuan kecil itu tidak pernah menginjakkan kaki di sekolah dan telah menghabiskan sebagian besar hidupnya untuk bekerja keras di rumah.

     

    Gadis itu kadang-kadang mengemis untuk mendapatkan makanan dan tampil di acara akrobatik ayahnya dengan upah 20 rupee atau sekitar Rp 3.900.

     

    Ini kejahatannya? Ia sangat ketakutan untuk mengadu kepada siapa pun kalau ayahnya telah memerkosanya. Namun, pada akhirnya juga warga mengetahuinya.

     

    Kasus pemerkosaan terhadap anak-anak gadis yang sedang tumbuh sudah sangat sering terjadi di India, negara berpenduduk sekitar 1,2 miliar jiwa.

     

    India sedang mengalami pertumbuhan ekonomi, penduduk muda, dan memiliki perdana menteri yang energik ingin memperkenalkan negaranya ke panggung dunia internasional.

     

    Namun, generasi perempuan telah mengambil peran lebih kuat dalam angkatan kerja.

     

    Wanita telah menjadi sangat sering menjadi korban kekerasan, pemerkosaan, dan pelecehan seksual, atau bahkan sering ada ekspresi untuk merendahkan perempuan dalam film dan iklan.

     

    Pria dalam masyarakat patriarkal India sangat dominan.

     

    Dewan desa didominasi laki-laki sejak berabad-abad lamannya menangani mulai dari sengketa keluarga, kasus pemerkosaan, hingga penegakan adat istiadat di kampung atau desa.

     

    Badan atau dewan didirikan oleh pemerintah India pada tahun 1992.

     

    Sedangkan dewan suku tidak terpilih. Mereka eksis dan beroperasi dengan impunitas tinggi di seluruh pedesaan India. Mereka mengeluarkan fatwa atas nama demi menjaga harmoni.


     

    URL SUMBER
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.