• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Sabtu, 21 Juli 2018

     

     
    Home   »  Internasional
     
    Merasa Dikasari, Trump Mulai Serang Wali Kota Sadiq Khan
    ANA DEA | Selasa, 17 Mei 2016 | 09:35 WIB            #INTERNASIONAL

    Merasa
    Donald Trump dan wali kota London, Sadiq Khan. Reuters

     

    LONDON — Kandidat presiden Amerika Serikat dari Partai Republik, Donald Trump, kembali berkomentar soal figur Wali Kota London yang baru, Sadiq Khan.

     

    Trump memberikan pandangannya tersebut dalam acara "Good Morning Britain" di jaringan televisi Inggris ITV, Senin (16/5/2016).

     

    Seperti dikutip dari Associated Press, Trump menilai Khan telah berlaku kasar dalam menanggapi iktikad baiknya. 

     

    Selanjutnya, Trump mengaku akan selalu mengingat reaksi Khan saat mendengar tawaran  bahwa meski Muslim, Khan akan tetap diperbolehkan masuk ke AS.

     

    "Dia belum kenal saya, dia pun belum pernah bertemu saya, dia tak tahu apa-apa tentang saya. Saya rasa, dia sudah bertindak sangat kasar dengan pernyataannya, dan tolong beri tahu dia bahwa saya akan selalu mengingat perkataannya," kata Trump.

     

    "Itu benar-benar pernyataan yang kotor," kata dia dalam wawancara yang direkam pada Sabtu lalu di New York tersebut.

     

    Kendati demikian, Trump membantah bahwa dia sekarang dalam posisi berhadapan dengan Khan.

     

    "Saya hanya berpikir, ini sikap yang kasar dari dia. Dalam kenyataannya memang bertentangan dengan saya," kilah Trump.

     

    "Saya mendoakan dia ketika tahu dia menang. Dia seorang Muslim, tetapi sikapnya sungguh bodoh dengan memilih pernyataan macam itu," kata Trump.

     

    Sebelumnya diberitakan, pihak Khan menanggapi pernyataan Trump dengan menyebut bahwa kebanyakan warga AS akan menolak pandangan Trump itu.

     

    "Khan telah menghabiskan seluruh waktu hidupnya untuk melawan ekstremis, tetapi Trump membuat upaya kita semua melawan ekstremis semakin berat," ungkap pernyataan itu.

     

    "Pilihan sikap itu membuat kedua negara dalam kondisi kurang aman," demikian pernyataan pihak Khan.


     

    URL SUMBER
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.