• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Selasa, 25 September 2018

     

     
    Home   »  Internasional
     
    Hamas Eksekusi Tiga Warga Palestina
    ANA DEA | Selasa, 31 Mei 2016 | 14:56 WIB            #INTERNASIONAL

    Hamas
    PM Hamas, Ismail Haniya (tengah) diapit delegasi PLO dari Tepi Barat, saat mengumumkan kesepakatan Hamas dan Fatah membentuk pemerintahan bersama sebelum menggelar pemilu dalam tujuh bulan. SAID KHATIB / AFP

     

    GAZA — Pasukan keamanan dari kelompok Hamas telah mengeksekusi tiga warga Palestina pada Selasa (31/5/2016) pagi.

     

    Tindakan Hamas itu dikecam oleh kelompok hak asasi manusia (HAM) lokal dan internasional. Sebab, kasus seperti itu bukan mustahil akan memperlebar perpecahan antarfaksi di Palestina.

     

    Sementara itu, Palestina sendiri sedang berjuang di forum internasional untuk mendapatkan dukungan luas bagi kemerdekaannya. Perpecahan antarfaksi jelas merusak upaya tersebut.

     

    Hamas mengatakan, tiga warga Palestina yang dieksekusi itu bersalah atas pembunuhan dalam kasus terpisah.

     

    Ketiganya telah dijatuhi hukuman mati setelah pengadilan dan semua usaha banding mereka telah gagal.

     

    Sumber-sumber keamanan Palestina mengatakan, dua warga dieksekusi oleh regu tembak, sedangkan yang ketiga, yakni seorang polisi, dihukum mati dengan cara digantung.

     

    Hamas, yang mengontrol Gaza sejak 2007, telah berada dalam tekanan untuk tidak melakukan eksekusi.

     

    Uni Eropa dan PBB bergabung dalam seruan bersama dengan kelompok HAM agar keputusan hukuman mati dihapuskan.

     

    Di bawah hukum Palestina, Presiden Mahmoud Abbas telah menyatakan persetujuannya untuk menggunakan hukuman mati.

     

    Akibat adanya perbedaan pendapat antara Partai Hamas dan Fattah, partainya Abbas, kubu Islamis itu tidak mendapat persetujuan dari presiden untuk pelaksanaan hukuman mati.

     

    Dalam sebuah pernyataan, otoritas Palestina mengatakan, eksekusi tersebut ilegal.

     

    "Melaksanakan eksekusi merupakan pelanggaran mencolok dari hukum dasar Palestina," kata Ahmed Brak, Jaksa Agung yang berbasis di Ramallah, Tepi Barat.


     

    URL SUMBER
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.