• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Selasa, 23 Oktober 2018

     

     
    Home   »  Nasional
     
    NTT Pintu Masuk Jaringan Narkoba Internasional
    ALBERT R. | Rabu, 11 Desember 2013 | 14:44 WIB            #NASIONAL

    NTT
    dok/flobamora.net

     
    Kupang, Flobamora.net– Kepala Badan Narkoba Provinsi (BNP) Nusa Tengara Timur (NTT), Aloysius Dengi Dando menyatakan, wlayah tersebut telah menjadi pintu masuk jaringan peredaran narkoba internasional.

    Ditemui wartawan di Kupang, rabu (11/12), dengi dando menuturtukan, sejak dua tahun belakangan ini, NTT telah dimafaatkan jaringan peredaran Narkoba internasional sebagai pintu masuk dari Malaysia dan negara lainnya melalui Negara Republik Demokratic Timor  Leste (RDTL) sebelum dikirim ke Jakarta atau kota lain di Indonesia.

    Menurutnya, Pemerintah Indonesia melalui BNN Pusat dan RDTL telah membuat sebuah Memorandum  of understading (MOU) untuk membasmi peredaran narkoba melalui wilayah perbatasan NTT – Timor Leste .

    “Belakangan, pemerintah  juga telah menempati petugas dari bea cukai dan anggota BNN serta  dibantu anggota kepolisian di semua titik rawan di wilayah perbatasan RI – RDTL. Sebab  Narkoba yang masuk ke Indonesia sering menjadikan NTT sebagai daerah transit,” katanya.

    Hal itu, tambahnya, terbukti dengan berhasilnya petugas mengungkap dua kasus peredaran  narkotika dalam tahun ini. Kasus pertama misalnya, terbongkar berkat kerja sama BNN- Polda NTT dengan polisi Timor Leste.

    Kata dia, dari hasil penangkapan itu terdapat barang bukti yang cukup banyak sehingga dapat  diambil kesimpulan bahwa NTT memang dijadikan daerah transit peredaran Narkoba di indonesia.

    Dia juga mengakui , pihaknya sering mengalami kesulitan terhadap peredaran narkoba dari Timor  Lest ke NTT. Ini dikarenakan banyak jalan “tikus” yang dilewati para kurir, sementara  peralatan deteksi petugas bea cukai dan BNN masih sangat minim sehingga barang haram itu  dengan mudah masuk ke NTT.

    “Kami  berharap dukungan pemerintah pusat melalui BNN kepada pemerintah NTT untuk memasang   peralatan untuk deteksi narkoba dan barang ilegal lainnya, di Badan Narkoba Kabupaten di Belu dan Timor Tengah Utara (TTU),” paparnya.

    Dia menambahkan, untuk mendukung pencapaian target Indonesia Bebas Narkoba pada 2015, dan  memutuskan mata rantai peredaran narkoba di daerah itu BNP NTT telah membentuk enam Kantor
    BNK di Kabupaten Belu, TTU, Manggarai Barat, Sumba Timur dan Kabupaten Sumba Barat Daya.*** (Risky)

     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.