• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Selasa, 11 Desember 2018

     

     
    Home   »  Travel
     
    Menyibak Tabir Sejarah dari Ende
    ALEX | Rabu, 08 Juni 2016 | 12:25 WIB            #TRAVEL

    Menyibak
    Patung Bung Karno di Taman Permenungan Pancasila di Kota Ende

     

    PERINGATAN Hari lahirnya Pancasila 1 Juni 2016 di Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur berlangsung sangat meriah. Lapangan Pancasila tumpah ruah dipadati masyarakat.  Yah… Kota ini memiliki nilai sejarah penting dari tonggak sejarah nasional. 

     

    Di kota ini dasar kebangsaan lahir dan tercetus selama pengasingan Bung Karno. Pada masa pengasingan, Bung Karno telah menyusun butir-butir kebhinekatunggalikaan dan kebangsaan yang kelak menjadi Pancasila. 

     

    Lingkungan alam dan masyarakat Ende yang plural telah memengaruhi alam pikir Bung Karno untuk mencita-citakan sebuah negara merdeka yang berdasarkan Pancasila. Ketika Bung Karno berpidato pada 1 Juni 1945 di depan BPUPKI, ia menyebut dasar negara yang akan dipidatokan kemudian diberi nama Pancasila yang digali dari bumi pertiwi Indonesia. 

     

    Pemerintah atas prakarsa Wapres Boediono serta kemendikbud melakukan revitalisasi kawasan bersejarah di sana. Sehingga bukti sejarah pengasingan Bung Karno di Ende dapat disaksikan oleh generasi penerus bangsa. Pada peringatan Hari Lahirnya Pancasila tahun 2013, ada dua situs yang diresmikan wapres, yakni rumah pengasingan dan Taman Permenungan atau Taman Rendo. 

     

    Masyarakat Ende, Menurut Bupati Marselinus Y.W Petu harus berbangga karena kota itu ikut menentukan perjalanan sejarah bangsa ini, dimulai dari kehadiran Soekarno hingga tercetusnya Pancasila sebagai dasar dan falsafah hidup bangsa ini.  

     

    “Mari kita memulai dari sebuah hal yang kecil untuk menciptakan hal-hal yang besar karena Bung Karno sudah menyibak tabir sejarah itu dari Ende, sebuah kota kecil di Daratan Flores. Dari Ende kita berbuat untuk Nusantara,” paparnya.

     

    Hari Libur Nasional

     

    Dalam pandangan Gubernur Frans Lebu Raya masyarakat daerah paling bertanggungjawab dalam mengawal Pancasila karena Pancasila lahir di NTT. Peringatan lahirnya Pancasila menunjukkan eksistensi dan ketangguhan bangsa Indonesia sebagai bangsa yang ber-Tuhan, bangsa yang beradab, bangsa yang tetap bersatu, bangsa yang demokratis dan bangsa yang menjunjung tinggi keadilan.

     

    Menurut dia, apabila mendengar kata Pancasila, tentu hal pertama dalam ingatan setiap orang pasti tertuju pada Bung Karno. Juga yang ada dalam pikiran setiap orang tertuju pada sebuah tempat yang bernama “Ende” di pulau Flores, Nusa Tenggara Timur.

     

    Ende, sambungnya, menjadi sebuah tempat yang sangat penting dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia dan menjadi tempat di mana Bung Karno diasingkan oleh pemerintah kolonial Belanda sejak tahun 1934 sampai 1938.

     

    “Saya berupaya dan mentradisikan dalam beberapa tahun belakangan karena bagi saya ini hal yang sangat penting menyangkut ideologi bangsa Indonesia. Pancasila lahir dari pemikiran Sang Proklamator Bung Karno, tepatnya di sebuah rumah kecil dan di bawah pohon sukun. Di tempat inilah Bung Karno duduk saat petang hari, merancang, membaca buku dan menulis sambil berpikir dan mencari jalan kearah Indonesia merdeka dari penjajahan, merdeka dari keterbelakangan dan melalui situs bersejarah itu lahir bangsa Indonesia yang merdeka,” paparnya.

     

    Di Ende, Flores, NTT, lanjut Lebu Raya, Bung Karno merumuskan Pancasila dan 1 Juni 1945 ditetapkan sebagai hari lahirnya Pancasila merupakan suatu keharusan yang hadir dari perkembangan sejarah bangsa. Sejak awal 1920-an sangat dirasakan bangsa Indonesia tertindas oleh bangsa lain, terbelakang dalam bidang pendidikan dan terpecah-pecah secara sosial, ekonomi maupun politik.

     

    Hari lahirnya Pancasila diperingati, di dalamnya mengkristal berbagai nilai dasar sosial masyarakat Indonesia. Kristalisasi nilai leluhur ini terpilah atas lima sendi dasar.

     

    Kelima sendi dasar itu, pertama, bangsa Indonesia melegitimasi identitas diri sebagai bangsa yang ber-Tuhan. Adanya eksistensi berbagai agama dan dibangunannya berbagai simbol keagamaan yang mencerminkan adanya toleransi dan kerukunan antar umat beragama; kedua, melalui Pancasila, bangsa Indonesia mengikrarkan diri sebagai orang-orang yang beradab, mempunyai hati nurani dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan; ketiga, melalui Pancasila, berbagai komoditas masyarakat adat yang ada di nusantara, bersepakat untuk bersatu sebagai bangsa Indonesia yang utuh.

     

    Keempat, melalui Pancasila, rakyat Indonesia menjunjung tinggi demokrasi, musyawarah untuk mufakat serta perwakilan yang didaulatkan pada sekelompok orang yang berhikmat dan kelima, melalui Pancasila, kita bertekad memperjuangkan nilai keadilan dalam berbagai aspek kehidupan seluruh rakyat Indonesia.

     

     

    Satu hal yang sangat menggembirakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memutuskan 1 Juni sebagai hari lahir Pancasila melalui Keputusan Presiden (Keppres). Jokowi juga memutuskan setiap 1 Juni sebagai hari libur nasional.

     


    Menurut Jokowi, alasan pemerintah menetapkan 1 Juni sebagai hari lahir Pancasila sekaligus hari libur nasional sudah melalui perjalanan panjang dan kajian yang mendalam elemen bangsa seperti pemerintah dan MPR.

     


    Jokowi melanjutkan, negara telah menempatkan Pancasila sebagai ideologi negara dalam posisi yang tinggi sebuah negara. "Sehingga kita putuskan 1 Juni ditetapkan kemudian diliburkan juga diperingati sebagai hari lahirnya Pancasila," ujar Jokowi usai menghadiri Peringatan Pidato Bung Karno 1 Juni di Bandung, Jawa Barat, Rabu (1/6).

     


    Selanjutnya, kata Jokowi, pemerintah dan MPR akan merumuskan kembali implementasi Pancasila sebagai dasar negara untuk diaktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.