• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Rabu, 23 Mei 2018

     

     
    Home   »  Ekonomi & Investasi
     
    Mengintip Progres Pembangunan Waduk Raknamo
    ALBERT VINCENT REHI | Kamis, 09 Juni 2016 | 12:44 WIB            #EKONOMI & INVESTASI

    Mengintip
    Ground Breaking Waduk Raknamo

     

    PEMERINTAH Provinsi NTT boleh berbangga. Dari seluruh pembangunan waduk besar di Indonesia, Waduk Raknamo yang terletak di Desa Raknamo Kabupaten Kupang, memiliki deviasi positif pembangunan tertinggi. Bahkan, progres pembangunan Bendungan ini pun sudah mencapai 45%.

     

     Hasil positif ini pun diyakini akan tetap dipertahankan sehingga direncanakan waduk ini akan mulai digunakan pada akhir tahun 2017. Optimisme itu disampaikan Salah satu PPK Bendungan Raknamo, Franky B Welkis.

     

    Dia menjelaskan, pekerjaan yang paling utama yang dilakukan saat ini adalah penimbunan tubuh waduk atau bagian inti waduk. Pengerjaan ini pun diyakini akan selesai 100% pada bulan Desember 2016.

     

    "Saat ini kita fokus pada penimbunan tubuh bendungan. Pengerjaan ini kita perkirakan akan berakhir pada bulan Desember 2016," jelasnya di Kupang, Jumat, 31 Mei 2016.

     

    Dari kondisi yang ada saat ini, progres yang dicapai sudah 45%, maka dari sisi penganggaran sudah diproses 100% berjumlah Rp. 55 Miliar dan diharapkan pada akhir tahun 2016, bisa mencapai 70-80% yang akan sama dengan anggaran Rp. 300 Miliar.

     

    "Mudah-mudahan, pengerjaan yang kita lakukan ini dapat berjalan dengan baik sehingga kedepan, kita tidak menemukan hambatan-hambatan yang berarti dalam pembangunan Bendungan Raknamo ini. Yang kita harapkan adalah semua hal yang berkata dengan pasca konstruksi. Hal ini mungkin perlu dipersiapkan oleh Kadis PU Kabupaten untuk mempersiapkan hal-hal yang bisa dilakukan pasca konstruksi," ujarnya.

     

    Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi NTT, Andre Wellem Koreh melalui sambutannya dalam acara penimbunan perdana bagian inti dari Waduk Raknamo, Sabtu 15 Mei 2016  lalu mengatakan, perhatian pemerintah pusat terhadap pembangunan di NTT sangat besar. Progres pembangunan Waduk Raknamo yang gemilang menjadi alasan mengapa Pemerintah Pusat sangat percaya pada kemampuan membangun di NTT.

     

    "Pak Presiden kemana-mana selalu omong soal Bendungan Raknamo. Dalam beberapa event, bahkan Pak Presiden mengatakan Raknamo adalah Bendungan di Indonesia yang memiliki progres pembangunan paling baik di Indonesia," kata Andre.

     

    Menurut Andre, kerja sama semua pihak dalam membangun Bendungan Raknamo perlu diapresiasi. Pemerintah Provinsi NTT melalui Dinas PU sangat mendukung penuh pembangunan ini. Dirinya pun yakin bahwa pembangunan Waduk Raknamo ini akan berdampak secara signifikan terhadap ekonomi masyarakat Kabupaten Kupang, sehingga ia juga meminta pemerintah Kabupaten Kupang untuk mempersiapkan diri sedini mungkin untuk menerima semua dampak positif yang dihasilkan dari operasional Waduk Raknamo tersebut.

     

    "Mampu tidak kita tampung air baku yang dihasilkan oleh Waduk Raknamo ini? Kita minta agar pemerintah Kabupaten Kupang harus sudah bisa membangun sebuah PDAM untuk menampung air baku bagi masyarakat Kabupaten Kupang. Kita harus berbenah dari sekarang. Jangan sampai, setelah operasi, kita mulai bingung cari cara untuk tampung air baku. Jadi kita sangat mengharapkan agar Pemerintah Daerah Kabupaten Kupang perlu menyiapkan caranya dari sekarang," ujar Andre.

     

    Sementara itu, Ditjen Sumber Daya Air yang diwakili oleh Kabid Bendungan dari Direktorat Pusat Bendungan Madjid menjelaskan, penimbunan tubuh bendungan merupakan sebuah hal yang perlu disyukuri mengingat tubuh bendungan adalah juga merupakan nyawa dari sebuah bendungan. Dengan dilakukannya timbunan inti ini, maka tahapan pembangunan fase kritis yaitu saluran telah dilewati.

     

    "Yang lebih menggembirakan lagi adalah progres yang telah dilaporkan adalah 45% dari 18% yang direncanakan telah kita capai. Ini adalah sesuatu yang sangat luar biasa. Dari 25 Bendungan yang dibangun di Indonesia, Bendungan Raknamo memiliki deviasi positif tertinggi secara nasional," ujar Madjid.

     

    Pemanfaatan Waduk Raknamo perlu dipersiapkan sejak dini. Pemerintah Daerah harus siap untuk menerima 100 Liter/detik yang dihasilkan oleh waduk ini. ***

     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.