• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Selasa, 17 Juli 2018

     

     
    Home   »  Nasional
     
    `Pak Jokowi, kalau Minta Pekerjaan, Boleh Enggak?`
    ANA DEA | Jumat, 10 Juni 2016 | 14:36 WIB            #NASIONAL

    `Pak
    Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana usai meresmikan pembangunan PLTU Lontar Banten. Fabian Januarius Kuwado

     

    JAKARTA - Ibu-ibu warga Desa Lontar, Kecamatan Kemiri, Tangerang, Banten, tidak mau menyia-nyiakan kesempatan saat berhadapan langsung dengan Presiden Joko Widodo.

     

    Setelah permintaan agar rumahnya dipasangi KWH meter karena selama ini listrik mereka menumpang dengan tetangga, para ibu itu juga meminta pekerjaan kepada Presiden.

     

    Permintaan itu diungkapan saat diminta maju ke atas panggung oleh Jokowi di sela-sela peresmian dimulainya pembangunan PLTU Lontar Banten.

     

    "Pak Jokowi, kalau minta pekerjaan, boleh enggak?" tanya seorang ibu kepada Jokowi.

     

    Pertanyaan itu mengundang gelak tawa para tamu yang hadir. Jokowi pun ikut tertawa sembari menggeleng-gelengkan kepala.

     

    Selain masyarakat setempat, hadir pula menteri-menteri di Kabinet Kerja, pejabat tinggi PLN dan petinggi-petinggi perusahaan kontraktor asal Jepang.

     

    Belum sempat Jokowi menjawab, si ibu itu kembali mencecar alasannya meminta pekerjaan ke Presiden.

     

    "Karena ibu-ibu di sini nganggur semua, Pak. Kerja apa saja deh yang penting bisa bantu suami, kan suami nelayan. Nelayan kan pendapatannya enggak menentu," ujar ibu itu.

     

    Jokowi lantas bertanya. "Kerja apa?"

     

    "Kerja apa saja deh Pak, pokoknya kami kerja," jawab ibu itu.

     

    Jokowi yang juga bingung mencari solusi untuk para ibu itu kemudian meminta Bupati Tangerang untuk membantu ibu-ibu di desa tersebut.

     

    Direktur Utama PLN Sofyan Basyir kemudian menyela perbincangan Presiden dan warga. Dia mengatakan, proyek pembangunan PLTU Lontar akan mendatangkan 3.000 orang pekerja.

     

    Oleh sebab itu, Sofyan menyarankan agar ibu-ibu itu menggunakan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk membuka rumah makan demi kebutuhan pekerja proyek.


     

    URL SUMBER
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.