• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 21 Mei 2018

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    PMKRI Maumere Sebut Kejari Sikka Penakut
    VICKY DA GOMEZ | Jumat, 28 Februari 2014 | 13:52 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    PMKRI
    Aksi Unjuk Rasa PMKRI Mumere di Kejari Sikka

     

    Maumere, Flobamora.net - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Perhimpinan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Maumere melakukan aksi demonstrasi di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Maumere, Jumat (28/2).

    Mereka mempertanyakan kinerja lembaga ini dalam menuntaskan pelbagai kasus korupsi di Kabupaten Sikka. PMKRI menyebut Kejari Sikka penakut.
                    
    Aksi demonstrasi ini berawal dari Patung Teka Iku di Jalan Ahmad Yani. Dengan melakukan long march, para mahasiswa bergerak menuju Kantor Kejari Maumere.

    Mereka sempat melewati jalan depan kampus Universitas Nusa Nipa (Unipa) Maumere untuk menggugah keberpihakan mahasiswa terhadap penuntasan kasus-kasus korupsi. 

    Sebanyak tujuh mahasiswa bertelanjang dada mengawali long march. Mereka berderet memanjang, hingga terbaca tulisan Kejari Penakut  dengan cat warna hitam pada agian dada mereka. Kreatifitas ini mengundang banyak simpati dari sejumlah asyarakat yang ikut bergabung dengan aksi PMKRI Maumere.
                    
    Para demonstran juga mengusung beberapa buah spanduk yang bertuliskan Jaksa Penakut, Korupsi No, dan Tuntaskan Korupsi. Beberapa mahasiswa membagi-bagi pernyataan sikap kepada masyarakat. Sementara itu sejumlah orator terus mengutuk inerja kejaksaan yang dipandang penakut menuntaskan kasus-kasus korupsi di Kabupaten Sikka.
                    
    Di Kantor Kejari Maumere, beberapa utusan demonstran langsung melakukan negosiasi dengan Kasi Datun Agus Sastrawan. Mereka gagal bertemu Kepala Kejaksaan Negeri Maumere Murtial yang saat itu menurut Agus Sastrawan sedang mengikuti rapat Muspida dengan Bupati Sikka.
                    
    Agus Sastrawan mempersilakan para demosntran menyampaikan aspirasi mereka secara damai. Nantinya, akan dikoordinasi kembali agar PMKRI Maumere bisa bertemu dengan Murtial dan Kasi Pidsus. Diperkirakan Senin mendatang dijadwalkan para pendemo bertemu dengan dua pejabat penting itu.  
                    
    Gagal bertemu dengan Murtial, membuat kecewa PMKRI Maumere. Apalagi ini kali kedua mereka gagal bertemu. “Sudah dua kali kami ke sini, tapi selalu saja Kajari Maumere tidak ada di tempat dengan berbagai alasan. Padahal kami sudah menyampaikan informasi resmi melalui surat,” tutur Anong, Koordinator Aksi.
                    
    Informasi yang dihimpun Flobamora.net, hari ini Bupati Sikka tidak punya jadwal rapat Muspida. Beberapa anggota Muspida seperti Dandim 1603 Sikka dan Danlanal Maumere tampak terlihat berada di Bandara Frans Seda untuk mengikuti launching perdana penerbangan NAM Air. Murtial pun ada di Bandara Frans Seda.
                    
    Dalam pernyataan sikap yang diterima Flobamora.net, PMKRI Maumere menyebut terdapat beberapa kasus besar yang diduga sampai saat ini belum ditindaklanjuti proses penanganannya dan masih mengendap di institusi Kejari Maumere. Mereka menyebut 8 kasus, yaitu kasus dugaan korupsi pendirian Unipa Maumere, kasus dugaan korupsi alkes Sikka, kasus dugaan korupsi dana operasional, kasus dugaan korupsi hibah kendaraan, kasus dugaan korupsi PD Mawarani, kasus dugaan korupsi dana PNPM di Nele, kasus dugaan korupsi di RSUD TC Hillers Maumere, dan kasus
    dugaan korupsi dana pembangunan Pasar Alok.
                    
    “Beberapa kasus besar ini ternyata hingga saat ini belum sampai pada titik penyelesaian yang jelas sebagaimana mekanisme hukum yang berlaku. Maka tanpa tendensi kepentingan apapun, PMKRI Maumere menilai bahwa profesionalisme kinerja dan transparansi sikap dari Kejari Maumere menunjukkan preseden atau citra yang buruk dan negatif sebagai lembaga penegak hukum dan peradilan,” tulis PMKRI Maumere.

    Melihat kondisi seperti ini, PMKRI menantang Kejari Maumere untuk bekerja sama dengan elemen masyarakat Kabupaten Sikka guna menyikapi dan membasmi perilaku korupsi yang terjadi secara sistemik. “Dalam hal ini PMKRI Maumere bersedia menjadi garda terdepan untuk bekerja sama denganb pihak Kejari Maumere dalam engusut tuntas dan membasmi kasus-kasus korupsi di Kabupaten Sikka. ***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2018 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.