• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Selasa, 25 Januari 2022

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Bayi Asal Kotabaru Terlahir dengan Usus Terurai Keluar
    ALBERTUS VINCENT REHI | Rabu, 03 Agustus 2016 | 20:16 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Bayi
    Pasangan suami istri Servasius Sato dan Feni Diana Nggubhu

     

     

    ENDE, FLOBAMORA.NET - Pasangan suami istri Servasius Sato (32) dan Feni Diana Nggubhu (23) harus menerima cobaan ini. Pasalnya anak ketiga mereka lahir dengan usus terurai di luar tubuh. Keduanya berharap agar anak mereka bisa segera ditangani para dokter di RSUD Ende.


    Ditemui di RSUD Ende,Rabu (3/8) mereka menceritakan, tidak ada tanda-tanda yang mencurigakan saat hamil, Namun ketika lahir bayi laki-laki ini ususnya terurai di luar perut.


    "Saat saya hamil tidak ada kelainan. Saya hamil normal seperti dua anak saya yang lain. Saya juga tidak mengalami sakit sehingga bisa berpengaruh terhadap anak ini. Saya hanya sakit pilek, demam atau sakit pinggang tanpa keluhan lain,” tuturnya.


    Warga Dusun Detuperi, Desa Tou Barat ini mengatakan, setelah melahirkan barulah diketahui anaknya memiliki kelainan yakni usus terburai keluar perut.

     

    Hal ini juga dibenarkan suaminya Servasius Sato. Menurut Sato, melihat kondisi anaknya demikian, keduanya meminta dirujuk ke Rumah Sakit TC Hillers Maumere. Karena tidak ada dokter bedah dan tidak  punya biaya karena tidak ada KIS akhirnya pulang ke Kotabaru dan selanjutnya ke RSUD Ende.

     

    Sementra itu Silvester Keri Kepala Puskemas Kotabaru dikonfirmasi per telepon mengatakan sang bayi  lahir dengan berat badan  2,100 gram. Bayi tersebut lahir tanggal 31 Juli 2016 sekitar  pukul 01.00 Wita dini hari.


    ia menjelaskan, jenis kelamin bayi tersebut adalah laki-laki, dimana terjadi kelainan bawaan diagnosa medisnya disebut gestroschisis,  kelahiran bawaan dimana terjadi kegagalan usus berada di luar tubuh.

    “Terhadap hal ini sang bayi akhirnya dirujuk ke RS TC Hillers Maumere. Di Rumah sakit tersebut bayi mereka sempat dirawat sampai tanggal 1 Agustus 2016. Karena alasan biaya, keluarga minta pulang paksa. Pasiennya lalu diantar kembali ke Puskesmas Kotabaru dan dirujuk ke  RSUD Ende," tuturnya.


    Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Ende Siprianus Reda Lio yang menerima informasi terkait sang bayi langsung berkoordinasi dengan RSUD Ende dan Dinas Kesehatan.

     

    Ia mengatakan berkaitan dengan kondisi keluarga yang tidak mampu karena sebagai petani ia menginstrukikan agar pihak rumah sakit menyelamatkan sang bayi.

    "Saya minta untuk hindari diri dari polemik soal keuangan. Bantu dulu karena orang tuanya tidak mampu. Yang penting selamatkan dulu sang bayi. Masa yang ini tidak bisa diatasi," tandasnya.

     

    Ia juga meminta kepada RSUD Ende untuk segera memproses surat keterangan tidak mampu dari kepala desa, karena yang bersangkutan tidak memiliki KIS.


    Seperti yang disaksikan di RSUD Ende, sang bayi ditempatkan di ruang bayi, sementara sang ibu harus beristirahat di lorong RSUD Ende didampingi sang suami.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2022 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.