• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Minggu, 22 September 2019

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    PDIP Berjuang Pemilu Terapkan Proporsional Tertutup
    VICKY DA GOMEZ | Senin, 08 Agustus 2016 | 19:46 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    PDIP
    Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI Andreas Hugo Parera

     

    MAUMERE, FLOBAMORA.NET - PDI Perjuangan sementara ini tengah memperjuangkan pemilihan umum di Indonesia menerapkan sistem proporsional terbuka. Upaya ini mendapat dukungan dari beberapa partai lain seperti Partai Golkar dan Partai Demokrat.
           

    Pernyataan ini dikedepankan oleh anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI Andreas Hugo Parera (AHP) saat melakukan reses di Sekretariat PDI Perjuangan Kabupaten Sikka di Jalan Wairklau, Sabtu (6/8) lalu.
           

    Salah satu kelemahan mendasar dari proporsional terbuka yakni munculnya persaingan tidak sehat antara calon legislatif di dalam partai itu sendiri. Akibatnya perseteruan untuk merebut posisi wakil rakyat berjalan dengan cara-cara yang justeru tidak memberikan pendidikan politik yang sebenarnya.
           

    “Cara berpolitik seperti kemarin, akhirnya kita saling jadi mangsa di dalam (partai) sendiri. Ke depan perlu perubahan sistem pemilihan, dan sekarang PDIP sedang berjuang untuk gunakan proporsional tertutup,” ujar AHP di depan ratusan pengurus, kader dan simpatisan PDI Perjuangan di Kabupaten Sikka.
           

    AHP juga mencontohkan persoalan yang dia alami sendiri pada Pemilu 2014 lalu ketika harus berseteru dengan salah satu calon dari PDI Perjuangan. Buntutnya, perseteruan ini kian melebar menjadi perseteruan antara anggota dan partai politik. Untuk Pemilu 2014, terdapat 128 kasus seperti yang dia alami, tersebar pada hampir semua partai peserta pemilu.
           

    Dorongan untuk mengubah sistem pemilu menggunakan proporsional tertutup disetujui E.P. da Gomez, anggota Dewan Pertimbangan Cabang PDI Perjuangan Kabupaten Sikka. Ia menilai sistem proporsional terbuka yang selama ini dipraktikkan terlalu memiliki banyak kelemahan.
           

    Selain terjadi saling mangsa antar anggota dalam partai, da Gomez menyebutkan kelemahan lain seperti calon hanya lebih mementingkan kepentingan pribadi bukan kepentingan partai, rakyat akan diperbodoh oleh elit-elit politik, juga pudarnya nilai gotong-royong yang menjadi karakter bangsa ini.
           

    Ia menambahkan agar penerapan daerah pemilihan (dapil)n dihilangkan saja. Kalau selama ini beberapa kabupaten/kota digabungkan menjadi satu daerah pemilihan, pemerhati politik ini malah mengusulkan agar tiap kabupaten dengan dapil sendiri-sendiri.
             

    Ia juga berpendapat untuk dipikirkan kembali penerapan kuota perempuan sebanyak 30 persen. Menurutnya, model ini terlalu dipaksakan, karena di daerah-daerah di Indonesia bagian timur cukup sulit mendapatkan tiga orang perempuan untuk masuk dalam bursa pencalonan.

    “Akibatnya, hanya untuk memenuhi persyaratan, partai-partai lalu main angkat taruh saja. Yang penting memenuhi kuota, karena kalau tidak memenuhi kuota yah calon-calon lain juga gugur. Jadi model ini harus ditinjau kembali. Saya heran kenapa PDI Perjuangan tidak getol berjuang,” gerutu politisi gaek itu.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2019 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.