• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Selasa, 16 Juli 2019

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Bupati Ende Harapkan Mosalaki tidak Minta Upeti Berlebihan
    ALEX | Kamis, 11 Agustus 2016 | 20:58 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Bupati
    bupati Ende Marselinus Y.W Petu memukul gong tanda dibukanya Rakor Tiga Batu Tungku, Kamis (11/8) Foto : Albert Vincent Rehi/Flobamora.net

     

    ENDE, FLOBAMORA.NET - Bupati Ende Marselinus Y.W Petu meminta kepada jajaran Mosalaki (tua Adat) di daerah itu untuk tidak meminta upeti apalagi upeti yang berlebihan kepada kontraktor yang mengerjakan proyek pemerintah di wilayah ulayatnya .

     

    “ Jika ada permintaan seperti itu, akan menghambat proses pembangunan di Kabupaten Ende ini,” kata Bupati Marsel saat menggelar Rakor Tiga Batu Tungku antara pemerintah dan tokoh adat dan tokoh agama di Ende , Kamis (11/8).


    Dia mengatakan Pemerintah dalam pembangunan tujuan utamanya adalah demi kesejahteraan masyarakat. Pada saat yang sama masyarakat juga adalah bagian dari adat yang dikenal sebagai ana kalo fai walu yang merupakan tanggung jawab dari para Mosalaki .


    "Kalau pemerintah bangun sesuatu jangan minta upeti karena pembangunan ini juga untuk masyarakat termasuk ana kalo fai walu. Jika adat butuh uang untuk sirih pinang kami siap, tetapi jangan minta yang berlebihan.Soal ini masih terjadi,” katanya.


    Ia menuturkan, para Mosalaki untuk tidak menghambat pembangunan dengan aturan adat yang pada gilirannya menghentikan pembangunan. Karena jika demikian maka ia tidak segan-segan mengalihkan pembangunan ke wilayah lain.

     

    Ma’e po - Ma’e papa ( jangan halang-halangi) jika ada seperti itu saya akan tarik pembangunan di wilayah tersebut dan diserahkan ke wilayah lain karena Mosalaki tidak mendukung dan menghambat pembangunan," tuturnya.


    Ia mengakui banyaknya sumber daya khususnya budaya yang belum digali sepenuhnya demi meningkatkan kesejahteraan fai walu ana kalo.Ia menyebutkan seperti. kesenian, situs budaya, ritual adat yang belum dikelola secara baik.Dengan adanya Rakor ini diharapkan masyarakat atau ana kalo fai walu bisa menjadi sejahtera.


    "Dengan Raakor ini ingin mempertegas peran dan wibawa Mosalaki yang memiliki kekuasaan sosial dalam mendukung peran pemerintah dalam percepatan pembangunan sesuai dengaan potensi ulayat masing-masing dalam semangat gotong royong," urianya.


    Sementara itu dalam laporan  Panitia Rakor Tiga Batu Tungku ,Asisten Kepemerintahan Kornelis Wara  mengatakan, Rakor tersebut sebagai forum konsultasi, konsolidasi dan koordinasi antara Pemerintah dan para tokoh adat atau Mosalaki.


    Menurutnya, tujuan Rakor tersebut antara lain untuk  mempertegas peran para mosalaki dan tokoh agama dalam mendukung percepatan pembangunan di Kabupaten Ende  yang berkarakter sesuai potensi masing-masing desa dan wilayah ulayat.


    “Mengusung tema besar, Wenggo Nua Nena Ola/Oza/Oda atau membangun kampung halaman pertemuan akbar tersebut  bertujuan menjadikan kampung atau desa sebagai penggerak pembangunan Kabupaten Ende secara keseluruhan,” jelasnya.


    Dalam Rakor ini tampil sebagai  pembicara kunci adalah Bupati Ende , kemudian Yakobus Ari dari perspektif Etnis Lio, Albert Bhisa dari perspektif Etnis Ende dan Frans Rema dari perspektif Etnis Nage.


    Setelah mendengarkan pemateri dilanjutkan dengan  dialog yang membahasa berbagai bidang pembangunan dengan pemandu SKPD terkait demi membangun sinergitas antara pemerintah, tokoh agama dan para mosalaki dalam membangun Kabupaten Ende.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2019 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.