• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 16 September 2019

     

     
    Home   »  Travel
     
    Warga Ende Gelar Diskusi Tentang Keunikan Danau Kelimutu
    RISKY R | Sabtu, 01 Maret 2014 | 15:32 WIB            #TRAVEL

    Warga
    Suasana panel Diskusi

     
    Kupang, Flobamora.net - Warga Kabupaten Ende Diaspora yang bermukim di Kota Kupang, Nusa tenggara Timur (NTT), bekerja sama dengan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat ( LPPM) Universitas Katolik Widya Mandira, sabtu (1/3) menggelar sebuah diskusi terbatas tentang "Danau kelimutu dan Keunikannya".

    Diskusi yang diprakarsai Kepala LPPM Universitas Katolik Widya Mandira Kupang, P. Dr. Eduardus Dosi, SVD menghadirkan dua panelis yakni Watu Yohanes Vianey, Dosen Antropologi Budaya dan Blasius Radja, Pemerhati Masalah Budaya Ende Lio yang juga dosen Psikologi di perguruan tinggi itu.

    Menurut Watu dalam makalahnya "Kebudayaan Sebagai Super Struktur dan Kelimutu Sebagai Metakultur", pemerintah dan masyarakat Kabupaten Ende tidak hanya berbangga dengan potensi yang dimiliki itu tetapi juga harus mulai berpikir mengembangkan wisata budaya yang mengacu pada Tourism-based Community Development.   

    "Berbicara tentang masalah tersebut tentunya tidak terlepas dari faktor sosial dan budaya, magis religius dan ekonomi yang akan mendukung sepenuhnya pengembangan wisata budaya," katanya.

    Tentang pengelolaannya, harus dilakukan secara vokasional, profesional dan etis yang berbasis pada prinsip etik global yang terintergrasi dalam kode etik dan kode perilaku konumintarian adat.  

    Dia merekomendasikan, penduduk yang bermukim di sekitar Danau Kelimutu menjadi pemain utama dalam proses pengembangan industri wisata budaya dan religius tersebut.

    Untuk itu, kata dia, perlu diperhatian peningkatan terus menerus kualitas dan pesona sumber daya wisata budaya dan peningktan terus-menerus mutu kerja sama dan sama-sama bekerja yang menjamin keseimbangan relasi ekonomi yang etis    

    Sedangkan Blasius Radja yang membidik Kumpulan Cerita Legenda Danau Kelimutu, lebih banyak melihat dari sisi warisan leluhur sehingga ada tanggung jawab besar yang diemban generasi sekarang ini untuk melestarikan budaya turn-temurun yang dinilai positif serta bermakna bagi kepentingan kehidupan sosial manusai dari masa ke masa.

    "Bicara tentang Kelimutu, ibarat sebuah upaya riil masyarakat Kabupaten Ende untuk menemukan jati dirinya daam hubungan bathin antarmanusia yang menghuni wilayah itu dengan Danau Tiga Warna yang termasyur itu," ujarnya.

    Diskusi terbatas itu mengambil tempat di Ruangan Konferensi Univeristas Katolik Widaya Mandira itu, dihadiri mantan Bupati Ende yang juga mantan Wakil Gubernur NTT, Yohanes Pake Pani dan sejumlah tokoh masyarakat Ende di Kupang.***  


     
    BERITA TERKAIT
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2019 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.