Warning: ob_start(): output handler 'ob_gzhandler' conflicts with 'zlib output compression' in /home/flobamor/public_html/media.php on line 2
Kades dan BPD Nele Urung Saling Memaafkan


  • LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Rabu, 26 Juni 2019

     

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    Kades dan BPD Nele Urung Saling Memaafkan
    VICKY DA GOMEZ | Rabu, 24 Agustus 2016 | 15:30 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    Kades
    Kepala Desa Nele Urung Yulius Welung (baju merah) didampingi Sekretaris Desa Sirilus Lilo, Rabu (24/8), di halaman Kantor Pemerintahan Desa, memberikan keterangan kepada wartawan terkait laporan pengaduan BPD kepada Bupati Sikka

     

    MAUMERE, FLOBAMORA.NET - Kepala Kantor Pemerintahan Desa Robertus Ray, Rabu (24/8), mempertemukan Kepala Desa Nele Urung Yulius Welung dan BPD setempat di ruang kerjanya.

     

    Pertikaian antara dua institusi di desa itu akhirnya berujung dengan saling memaafkan di antara mereka.

    Konflik terselubung antara Pemerintahan Desa dan BPD Nele Urung ini terungkap setelah BPD melayangkan surat pengaduan kepada Bupati Sikka. Surat setebal 7 halaman itu berisikan tentang dugaan penyalahgunaan kewenangan dan jabatan yang dilakukan Kepala Desa bersama Sekretaris Desa Sirilus Lilo dan Kepala Urusan Umum merangkap Bendahara Desa Yosep Yosman.

    Robertus Ray yang dihubungi usai mempertemukan dua institusi ini, mengatakan para pihak sudah saling memaafkan, dan dengan sendirinya dianggap tidak ada persoalan di antara mereka. Justeru mereka bersepakat untuk saling komunikasi dan koordinasi sesuai tugas dan peran masing-masing.

    “Saya sudah pertemukan kedua belah pihak, dan kasih pembinaan. Mereka sudah saling memaafkan. Sepertinya (konflik) ini hanya soal komunikasi saja di antara mereka. Karena itu saya pesan agar mereka terus meningkatkan komunikasi yang baik, bila perlu setiap bulan melakukan rapat koordinasi,” terang Robert Ray.

    Menurut Robert Ray, baik Kepala Desa maupun BPD masih terdapat kelemahan-kelemahan dalam memahami tugas dan fungsi. Kondisi ini makin diperparah karena tidak adanya komunikasi yang positip antara kedua lembaga ini.

    Pengadaan motor dinas untuk Kepala Desa misalnya, kata Robert Ray, kebijakan itu menyalahi aturan. Tetapi Robert Ray tidak sepenuhnya menyalahi Kepala Desa dengan alasan yang bersangkutan baru beberapa bulan melaksanan tugas sebagai kepala desa. Robert ray justeru menyalahkan Sekretaris Desa serta salah seorang staf Kantor Pemerintahan Desa yang justeru memberikan rekomendasi untuk boleh membelanjakan motor dinas bagi kepala desa.

    Sementara untuk BPD, Robert Ray berharap agar tidak melakukan intervensi yang berlebihan termasuk tentang arus keluar masuk uang. Dia mengatakan BPD mestinya lebih berperan kepada pengawasan.
           

    Yulius Welung yang ditemui usai pertemuan dengan Robert Ray mengatakan dia bersama Sekretaris Desa dipanggil menghadap berkaitan dengan pengaduan yang dilakukan BPD kepada Bupati Sikka. Ia pun telah memberikan klarifikasi atas sejumlah masalah yang diadukan BPD.
           

    “Tadi saya sudah klarifikasi pengaduan dari BPD. Dan mereka sendiri juga sudah terima klarifikasi saya. Kami sudah saling memaafkan. Yah, biasalah, ini soal politik saja. Tapi tidak apa-apa, mungkin dengan ini ke depan Nele Urung bisa berkembang dengan baik,” jelas dia ditemani Sekretaris Desa.
           

    Ia mengatakan apa yang diadukan BPD kepada Bupati sangat keliru, karena selama ini dia sudah bekerja sesuai tugas, pokok, dan fungsi. Soal dia tidak pernah masuk kantor, Yulius Welung langsung naik darah. Dia mengatakan setiap hari dia masuk kantor pukul 07.30 Wita. Malah dia menuding BPD yang tidak pernah masuk kantor.
           

    Tentang cap desa yang selalu dia bawa, Yulius mengakuinya itu. Namun dia beralasan untuk mengamankan saja. Masalahnya, kata dia, sudah beberapa kali saat kanto ditutup dia temukan cap desa dibiarkan begitu saja. Karena kuatir cap tersebut disalahgunakan, Yulius Welung pun mengamankan dengan membawa pulang ke rumah. Kini cap tersebut sudah dia serahkan kepada Sekretaris Desa.
           

    Ketua BPD Fransiskus Noven tidak sempat ditemui karena usai pertemuan tersebut yang bersangkutan langsung meninggalkan Kantor Pemerintahan Desa.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2019 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.