• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 26 Agustus 2019

     

     
    Home   »  Travel
     
    Tidak Profesional, Pelaku Pariwisata Kecam Penyelenggaraan Foto Bawah Laut
    VICKY DA GOMEZ | Senin, 29 Agustus 2016 | 22:22 WIB            #TRAVEL

    Tidak
    Beberapa snooker yang sedang menyelam di periaran Pamana

     

    MAUMERE, FLOBAMORA.NET - Penyelenggaraan kegiatan kepariwisataan di Kabupaten Sikka mendapat kecaman dari para pelaku pariwisata. Sebelumnya, penyelenggaraan Tour de Flores (TdF) pada Mei 2016 lalu dikritik habis-habisan, kali ini penyelenggaraan Foto Bawah Laut (FBL) pun demikian karena dianggap tidak profesional.
           

    Dua kegiatan yang menghabiskan dana miliaran rupiah ini masuk dalam program Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sikka. TdF dikelola  sendiri oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, sedangkan FBL dikelola oleh PT Jaya Impian Abadi selaku even orginizer (EO) yang memenangkan pelelangan kegiatan ini.
           

    Kritikan tentang penyelenggaraan FBL disampaikan oleh Konradus Rindu dan Elisia Digma Dari. Dua pelaku pariwisata ini menyampaikan kritikan tersebut langsung kepada Bupati Sikka Yoseph Ansar Rera, saat Seminar Strategi Pengembangan dan Pemanfaatan Potensi Wisata Budaya dan Pariwisata Kabupaten Sikka di Aula SMAN 2 Maumere, Senin (29/8).
           

    Konradus Rindu berpendapat PT Jaya Impian Abadi selaku EO sama sekali tidak mengerti tentang kepariwisataan. Apalagi perusahaan ini tidak terdaftar pada Kementerian Pariwisata. Akibatnya penyelenggaraan yang diikuti oleh 30 fotografer dunia itu pun berlangsung jauh dari profesionalisme.
           

    Ia mengatakan jauh sebelum kegiatan ini dilaksanakan, pihaknya sudah memberikan banyak masukan ke Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sikka tentang sebuah penyelenggaraan yang berkualitas dan berbobot internasional. Namun rupanya seluruh gagasan dan ide para pelaku pariwisata dianggap angin lalu saja.
           

    Hal yang sama dikedepankan Elisia Digma Dari. Ia mengingatkan pemerintah untuk tidak melihat hasil penyelenggaraan kegiatan tersebut di atas permukaaan saja. Karena hematnya, ada begitu banyak permasalahan yang ditemui pada seluruh prosesnya.
           

    Di luar forum seminar ini, beberapa wartawan lokal juga mengungkapkan kekecewaan kepada PT Jaya Impian Abadi. Awalnya mereka bermitra dengan wartawan lokal untuk mempublikasikan seluruh kegiatan FBL. Pada akhirnya wartawan-wartawan lokal ditinggalkan begitu saja, bahkan hasil pemberitaan yang tadinya diminta untuk diserahkan ke panitia penyelenggara justeru kemudian tidak ditolak begitu saja.
           

    Sebelumnya Bupati Yoseph Ansar Rera dalam seminar ini menyinggung tentang keberhasilan kompetisi Foto Bawah Laut yang merupakan salah satu item kegiatan dari Festival Teluk Maumere.
           

    Menanggapi kritikan-kritikan ini, Bupati Yoseph Ansar Rera mengatakan dari sisi administrasi, PT Jaya Impian Abadi termasuk sudah memenuhi syarat. Bahwa dalan perjalanan ternyata jauh dari harapan, dia menanggapi  kritikan tersebut sebagai bagian dari catatan untuk penyelenggaraan kegiatan kepariwisataan ke depannya.
           

    “Yah ini menjadi catatan kami. Nanti ke depan, bisa saja penyelenggara kegiatan kita libatkan EO lokal di sini. Bahwa kalau EO lokal tidka punya pengalaman, yah itu kan bisa dalam proses pembelajaran,” jelas Bupati Yoseph Ansar Rera.
           

    Meskipun mengkritisi penyelenggaraan FBL, Konradus Rindu mendukung pelaksanaan kegiatan foto bawah laut. Dia berharap kegiatan ini terus dilakukan, minimal sekali dalam lima tahun. Kegiatan seperti ini, katanya, sangat memberikan manfaat positip bagi kepariwisataan di Kabupaten Sikka, terutama mempromosikan pesona bawah laut yang dimiliki.
           

    Bupati Yoseph Ansar Rera mengatakan tahun ini ada program kegiatan foto bawah laut dari Pemerintah provinsi NTT  dan dilaksanakan di Kabupaten Flores Timur.

     

    Kata dai untuk tahun depan direncanakan di Kabupaten Sikka. Ia pun mengingatkan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sikka agar terus berkoordinasi dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi NTT.***


     
    BERITA TERKAIT
     
     
    BACA JUGA
       
       

      KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

       
      KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
        0 komentar

      KIRIM KOMENTAR
      Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
       



      Copyright © 2013-2019 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.