• LINTAS FLOBAMORA
  • NASIONAL
  • INTERNASIONAL
  • LIFESTYLE
  • TRAVEL
  • BOLA
  • OPINI
  • REDAKSI
  • HUBUNGI KAMI
  • REGISTER     LOGIN      BANTUAN
    REGISTER     LOGIN      BANTUAN

    Senin, 20 September 2021

     
    Home   »  Lintas Flobamora
     
    DPRD Sampaikan Mosi Tidak Percaya kepada Pemkab Sikka
    VICKY DA GOMEZ | Jumat, 02 September 2016 | 21:17 WIB            #LINTAS FLOBAMORA

    DPRD
    Ketua DPRD Sikka, Rafael Raga

     

     

    MAUMERE,FLOBAMORA.NET – Masalah penebangan pohon di Taman Kota Maumere ternyata tidak saja membuat Maumere semakin panas, tetapi juga membuat gerah lembaga DPRD Sikka. Ketua DPRD Sikka Rafael Raga mengatasnamakan lembaga itu menyampaikan mosi tidka percaya kepada Pemerintah Kabupaten Sikka.
           

    Sikap keras DPRD Sikka disampaikan Rafael Raga pada rapat paripurna dengan agenda pidato pengantar Bupati Sikka tentang KUA-PPAS Perubahan APBD Sikka TA 2016, Jumat (2/9). Sidang ini dihadiri Wakil Bupati Sikka Paolus Nong Susar. Sementara Bupati Sikka Yoseph Ansar Rera menurut informasi sedang tugas dinas ke luar daerah.
           

    Rafael Raga menyebutkan kajian dari beberapa satuan kerja perangkat daerah (SKPD) kurang maksimal sehingga menimbulkan pohon-pohon yang menjadi paru-paru Kota Maumere itu dikorbankan demi sebuah proyek. SKPD yang dituding tersebut antara lain Bappeda, Badan Lingkungan Hidup, dan Dinas Pekerjaan Umum.
           

    Selain itu Rafael Raga juga mengecam kontraktor pelaksana yang mengerjakan proyek pembangunan di Taman Kota. Proyek senilai Rp 2,564 miliar ini dikerjakan oleh PT Gading Landscape Maumere dengan Direktris Paulina Yeni Kabupung, mantan anggota DPRD Sikka.
           

    Sebelumnya, Kepala BLH Sikka Emmy Laka yang dikonfirmasi di Kantor Bupati Sikka pekan lalu, mengaku kecewa dengan penebangan pohon yang ada di dalam Taman Kota Maumere. Hemat dia, pohon-pohon tersebut adalah ruang terbuka hijau yang mestinya dijaga dan dirawat dengan baik.
           

    Proyek pembangunan di Taman Kota, akhir-akhir ini menjadi diskusi yang ramai di tengah masyarakat. Selain masalah penebangan pohon-pohon yang sudah berusia lebih dari 30-an tahun, proyek ini juga diduga sarat dengan kolusi dan nepotisme.***


     




    BERITA TERKAIT
     
     
     
     

    KOMENTAR ANDA                                                             Pedoman Mengirim Komentar

     
    KOMENTAR VIA WEBSITE                                             Pedoman Mengirim Komentar
      0 komentar

    KIRIM KOMENTAR
    Silakan LOG IN untuk memberi komentar.
     



    Copyright © 2013-2021 by FLOBAMORA NETWORK. All rights reserved.